News Update

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Ini Kata Adira Finance

Poin Penting

  • Pemerintah tidak melanjutkan subsidi motor listrik pada 2026, dengan pertimbangan kondisi fiskal dan efektivitas manfaat ekonomi.
  • Adira Finance mengakui penjualan dan penyaluran kredit motor listrik menurun, seiring berkurangnya merek yang bertahan di pasar.
  • Meski tanpa insentif, Adira Finance tetap mendukung industri melalui pembiayaan, sementara strategi penjualan menjadi ranah agen pemegang merek (APM).

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan tidak akan memberikan insentif untuk pembelian motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan serupa pada 2025. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, utamanya kekuatan fiskal pemerintah dan pertimbangan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Terkait hal itu, Head of Non Auto Business PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), Andy Sutanto menyatakan belum bisa memberikan data lanjutan soal tren penjualan motor listrik, walau tak menampik jika ada penurunan penjualan motor listrik.

“Secara penjualan maupun yang masuk ke kredit itu memang mengalami penurunan. Namun, untuk data angka saya perlu lihat (data) dulu,” ujar Andy saat ditemui pada acara konferensi pers Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 di Jiexpo Kemayoran, Kamis, 5 Februari 2026. 

Baca juga: Pangsa Motor Listrik Masih Kecil Dibanding Mobil, Berikut Penyebabnya

Ia lebih jauh mengungkapkan, beberapa merek motor listrik yang sebelumnya masih eksis pun kini sudah berkurang jumlahnya, yang juga ikut berkontribusi pada penyaluran kredit yang dilakukan Adira Finance ke sektor motor listrik.  

Terkait strategi untuk menghadapi dicabutnya insentif pembelian motor listrik ini, Andy mengatakan kalau itu adalah domain dari agen pemegang merek (APM). Di satu sisi, pihaknya akan terus mendukung industri dalam pemberian kredit ke konsumen.

“Itu domain APM. Dari kita akan terus mendukung industri dari sisi pemberian kredit,” tegasnya.

Baca juga: Strategi Adira Finance-Danamon Menuju IIMS 2026

Sebagai informasi, merujuk data Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kemenhub, tren motor listrik terus bertumbuh dalam tiga tahun terakhir.

Penjualan mencapai puncaknya pada 2024 yang menyentuh 77 ribu unit, bertepatan dengan masa berlakunya program subsidi pemerintah. Namun, angka tersebut masih jauh dari target pemerintah sebanyak 2 juta unit di 2025. (*) Steven Widjaja

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

9 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

14 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

15 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

15 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

15 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

15 hours ago