Head of Non Auto Business Adira Finance, Andy Sutanto di Jakarta, Kamis (5/2). (Foto: Steven Widjaja)
Poin Penting
Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan tidak akan memberikan insentif untuk pembelian motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan serupa pada 2025. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, utamanya kekuatan fiskal pemerintah dan pertimbangan manfaat ekonomi yang lebih luas.
Terkait hal itu, Head of Non Auto Business PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), Andy Sutanto menyatakan belum bisa memberikan data lanjutan soal tren penjualan motor listrik, walau tak menampik jika ada penurunan penjualan motor listrik.
“Secara penjualan maupun yang masuk ke kredit itu memang mengalami penurunan. Namun, untuk data angka saya perlu lihat (data) dulu,” ujar Andy saat ditemui pada acara konferensi pers Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 di Jiexpo Kemayoran, Kamis, 5 Februari 2026.
Baca juga: Pangsa Motor Listrik Masih Kecil Dibanding Mobil, Berikut Penyebabnya
Ia lebih jauh mengungkapkan, beberapa merek motor listrik yang sebelumnya masih eksis pun kini sudah berkurang jumlahnya, yang juga ikut berkontribusi pada penyaluran kredit yang dilakukan Adira Finance ke sektor motor listrik.
Terkait strategi untuk menghadapi dicabutnya insentif pembelian motor listrik ini, Andy mengatakan kalau itu adalah domain dari agen pemegang merek (APM). Di satu sisi, pihaknya akan terus mendukung industri dalam pemberian kredit ke konsumen.
“Itu domain APM. Dari kita akan terus mendukung industri dari sisi pemberian kredit,” tegasnya.
Baca juga: Strategi Adira Finance-Danamon Menuju IIMS 2026
Sebagai informasi, merujuk data Surat Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kemenhub, tren motor listrik terus bertumbuh dalam tiga tahun terakhir.
Penjualan mencapai puncaknya pada 2024 yang menyentuh 77 ribu unit, bertepatan dengan masa berlakunya program subsidi pemerintah. Namun, angka tersebut masih jauh dari target pemerintah sebanyak 2 juta unit di 2025. (*) Steven Widjaja
Poin Penting Grab menyebut separuh mitra ojolnya merupakan mantan korban PHK, menunjukkan peran platform sebagai… Read More
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting SIG mencatat nihil fatalitas di seluruh operasi, dengan LTIFR 0,13 dan LTISR 1,01,… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More