Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan respons pemerintah atas terjadinya trading halt di pasar modal, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia menilai trading halt BEI sebagai momentum reformasi regulasi pasar modal. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian/ANTARA)
Poin Penting
Jakarta – Pemerintah akan menggelontorkan paket stimulus ekonomi Ro12,83 trliun selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Anggaran tersebut diberikan untuk insentif transportasi hingga bantuan sosial (bansos).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, paket stimulus ekonomi ini bertujuan untuk menggerakan perekonomian di kuartal I 2026.
“Targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Kemarin (2025) kuartal pertama tahun lalu relatif lebih rendah,” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca juga: Pemerintah Kucurkan Stimulus Tambahan Rp30 Triliun untuk BLT dan Program Magang
Airlangga menjelaskan, stimulus tersebut mencakup diskon transportasi di antaranya, diskon tiket pesawat domestik sebesar 16 persen melalui insentif Pajak Pertambahan Nilai yang ditanggung pemerintah (PPN DTP), diskon pajak bandara, dan avtur.
“Kita berikan diskon penerbangan itu sampai sekitar 16 persen. Antara lain PPN ditanggung pemerintah, PPN untuk tiket, tapi hanya kelas ekonomi dan hanya domestik, penerbangan domestik. Kemudian Angkasa Pura, Airport tax-nya akan kasih diskon 50 persen. Kemudian Avtur pun akan ada diskon,” jelasnya.
Baa juga: Jangan Salahkan Global, Purbaya: Kita Nggak Becus Urus Ekonomi
Kemudian, diskon tiket kapal dan kereta api akan diberikan sebesar 30 persen dan diskon tarif tol 20 persen. Adapun diskon transportasi ini besarannya sekitar Rp200 miliar.
Selanjutnya, untuk bansos berupa beras 10 kilogram (kg) dan Minyak Kita yang akan diberikan selama dua bulan untuk keluarga penerima manfaat besaran insentifnya disiapkan sekitar Rp12 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More
Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More
Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More