Moneter dan Fiskal

Pemerintah Siapkan Rp12,8 Triliun untuk Stimulus Ekonomi di Kuartal I 2026

Poin Penting

  • Stimulus Rp12,83 triliun digelontorkan pemerintah selama Ramadan dan Idulfitri 2026 untuk mendorong ekonomi kuartal I 2026
  • Insentif transportasi mencakup diskon tiket pesawat domestik kelas ekonomi hingga 16 persen (PPN DTP), diskon pajak bandara 50 persen, tarif kapal dan kereta 30 persen, serta tol 20 persen
  • Bantuan sosial berupa beras 10 kg dan Minyak Kita disalurkan selama dua bulan kepada keluarga penerima manfaat, dengan alokasi anggaran terbesar mencapai sekitar Rp12 triliun.

Jakarta – Pemerintah akan menggelontorkan paket stimulus ekonomi Ro12,83 trliun selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Anggaran tersebut diberikan untuk insentif transportasi hingga bantuan sosial (bansos).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, paket stimulus ekonomi ini bertujuan untuk menggerakan perekonomian di kuartal I 2026.

“Targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting. Kemarin (2025) kuartal pertama tahun lalu relatif lebih rendah,” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Baca juga: Pemerintah Kucurkan Stimulus Tambahan Rp30 Triliun untuk BLT dan Program Magang

Airlangga menjelaskan, stimulus tersebut mencakup diskon transportasi di antaranya, diskon tiket pesawat domestik sebesar 16 persen melalui insentif Pajak Pertambahan Nilai yang ditanggung pemerintah (PPN DTP), diskon pajak bandara, dan avtur.

“Kita berikan diskon penerbangan itu sampai sekitar 16 persen. Antara lain PPN ditanggung pemerintah, PPN untuk tiket, tapi hanya kelas ekonomi dan hanya domestik, penerbangan domestik. Kemudian Angkasa Pura, Airport tax-nya akan kasih diskon 50 persen. Kemudian Avtur pun akan ada diskon,” jelasnya.

Baa juga: Jangan Salahkan Global, Purbaya: Kita Nggak Becus Urus Ekonomi

Kemudian, diskon tiket kapal dan kereta api akan diberikan sebesar 30 persen dan diskon tarif tol 20 persen. Adapun diskon transportasi ini besarannya sekitar Rp200 miliar.

Selanjutnya, untuk bansos berupa beras 10 kilogram (kg) dan Minyak Kita yang akan diberikan selama dua bulan untuk keluarga penerima manfaat besaran insentifnya disiapkan sekitar Rp12 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

51 mins ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

13 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

13 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

13 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

13 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

13 hours ago