e-Toll; Bisa pakai e-money semua bank BUMN. (Foto: Paulus Yoga)
Jakarta – Pemerintah siap menerbitkan payung hukum untuk mengatur pembayaran di ruas jalan tol melalui non tunai. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi angka kemacetan pada ruas tol Jabodetabek serta tol dalam kota.
Diharapkan dengan pembayaran non tunai arus kendaraan akan lebih lancar.
“Kita memang telah siapkan payung hukumnya bekerjasama dengan kementerian pekerjaan umum” ujar Desi Arryani selaku Direktur Utama Jasa Marga di Jakarta (15/3).
Desi mengungkapkan Jasa Marga selaku Badan Usaha Jalan Tol merespon baik rencana agar dibuatnya regulasi sistem pembayaran tol non-tunai tersebut.
“Utilisasi e-Toll kita itu sekarang masih di angka 24%, padahal target pemerintah tahun ini 100% sistem pembayaran cashless sudah bisa diterapkan” ujar Desi
Ia juga memastikan seluruh gardu yang dioperasikan Jasa Marga sudah bisa menerima sistem pembayaran elektronik seluruhnya. Tinggal bagaimana lebih meningkatkan sosialisasi dan campaign yang besar sehingga utilitasasi e-toll meningkat.
Pada tempat yang sama Komisaris Utama PT Jasa Marga Refly Harun menilai perubahan sistem pembayaran dari cash ke elektronik membutuhkan usaha yang tidak mudah. Pasalnya, selama ini masyarakat terbiasa menggunakan uang tunai untuk transaksi. Namun pihaknya akan berupaya mendorong agar mindset pengguna tol dapat berubah dengan membayar secara elektronik.(*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More