Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso (Foto: Irawati)
Jakarta – Pemerintah berencana melanjutkan stimulus ekonomi di kuartal III dan IV 2025 untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 5,2 persen di akhir 2025.
“Ya kan kita lanjutkan lagi stimulus yang di kuartal II, justru di kuartal III, kuartal IV ini kita kan harus mendorong betul karena kalau target full year-nya 5,2 persen, berarti kan kuartal III, kuartal IV tumbuhnya harus lebih tinggi dari kuartal II yang kemarin 5,12 persen,” kata Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian saat ditemui di Jakarta, Jumat, 8 Agustus 2025
Susiwijono menjelaskan, selama ini di setiap kuartal pemerintah mendorong pertumbuhan dengan stimulus ekonomi, baik dari sisi suplai maupun demand (permintaan).
Dari sisi permintaan, lanjut Susiwijono, pemerintah memberikan bantuan sosial, Bantuan Subsidi Upah (BSU) dan lain sebagainya untuk memperkuat daya beli masyarakat.
“Baik masyarakat umum, maupun yang pekerja, dan juga kemarin waktu kuartal II kan untuk ASN juga ada momen untuk yang gaji dan sebagainya,” jelasnya.
Baca juga: Ekonomi Digital RI Diproyeksi Sumbang 5 Persen PDB pada 2030
Sementara dari sisi suplai, pemerintah memberikan diskon transportasi, di antaranya tarif tiket pesawat, kereta api, hingga tarif jalan tol yang melanjutkan insentif dari kuartal II lalu.
“Di sisi demand-nya kan kita perkuat betul. Sedangkan di sisi supply-nya supaya terjangkau, kan kita kasih diskon semuanya, diskon tiket. Kemarin kan hasilnya sangat bagus,” ungkapnya.
Susiwijono menuturkan, pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2025 sebesar 5,12 persen ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan investasi PMTB (pembentukan modal tetap bruto) yang tumbuh masing-masing sebesar 4,97 persen dan 6,99 persen.
Namun secara sektoral, pertumbuhan tertinggi di kuartal II 2025 adalah pada jasa lainnya tumbuh 11,31 persen, dengan kontibusinya berasal dari peningkatan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).
Tertinggi kedua di sektor jasa perusahaan 9,13 persen, dan disusul oleh transportasi dan pergudangan 8,52 persen.
“Itu kalau kita lihat angkanya, yang tinggi itu justru jasa-jasa agen biro travel, yang transportasi. Yang ketiga, sektor paling tinggi adalah transportasi pergudangan. Itu juga artinya kan nyambung semua dengan mobilitas masyarakat,” jelasnya.
“Jadi insentif yang kita berikan kemarin dengan demand-nya kita perkuat, supply-nya kita kasih diskon semuanya, kan ada diskon tiket, diskon tol, sebagainya. Ternyata memang cukup efektif. Terutama di komponen konsumsi rumah tangga,” tambah Susiwijono.
Kemudian, pertumbuhan akomodasi dan makan minum juga tinggi mencapai 8,04 persen. Di mana peningkatan konsumsi makanan dan minuman didorong oleh mobilitas masyarakat, serta sektor pariwisata.
Baca juga: Indef Pertanyakan Validitas Data Pertumbuhan Ekonomi RI 5,12 Persen
“Event peningkatan konsumsi makanan minuman pun, kalau kita cek lebih banyak memang karena pertumbuhan mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata akomodasi tadi. Jadi dengan itu ya pemerintah semakin kuat untuk mendorong sektor-sektor itu untuk kita kasih insentif lagi,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp10,8 triliun untuk stimulus ekonomi pada kuartal III 2025 guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
“Masih ada Rp10,8 triliun stimulus aktivitas ekonomi yang akan terlaksana di triwulan ketiga, yang kita harapkan juga akan memberikan momentum pada bulan Juli yang baru saja kita lewati dan nanti di bulan Agustus ini diharapkan momentumnya tetap terjaga,” ujar Sri Mulyani. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More
Poin Penting Pendapatan premi asuransi umum sepanjang 2025 naik 4,8% menjadi Rp112,81 miliar. Lini dengan… Read More
Poin Penting Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan kredit perbankan tumbuh sekitar 10 persen… Read More