Jakarta–Menteri Menko Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pihaknya tengah menyusun kebijakan pangan untuk jangka menengah.
Hal itu dilakukan guna menekan impor dengan memberikan insentif kepada para petani atau peternak lokal.
“Kita sedang menyusun kebijakan jangka menegah untuk pangan, bukan sekadar membicarakan harga pangan sekarang dan bulan depan tapi pengembangan pertanian padi, tebu, peternakan sapi, jagung dan sebagainya beberapa tahun ke depan,” kata Darmin di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis, 28 Juli 2016.
Darmin mengatakan, saat ini perlu adanya insentif bagi petani dan peternak dalam negeri. Seperti menyiapkan kelompok petani dari peternak yang terdiri dari lima sampai enam orang dimana satu petani untuk mengelola ternak dalam jumlah banyak.
Namun, Darmin enggan mengungkapkan lebih jauh mengenai wacana tersebut. Pemerintah ingin pemenuhan suplai pangan kedepan dapat mensejahterakan petani lokal.
“Itu insentif dengan harga diimpor sapi dari luar, dipelihara empat bulan itu sudah akan jadi sapi yang bisa dijual dan harganya pasti jauh lebih tinggi dan pasti menguntungkan buat petani. tanpa insentif pun petani akan untung,” tuturnya. (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More
Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More
Poin Penting Isu pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencuat, namun Aditya Jayaantara dipastikan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More
Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More