Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan keterangannya kepada awak media di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 3 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres
Poin Penting
Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) menyusul meningkatnya eskalasi di kawasan Timur Tengah.
Sugiono mengatakan, dirinya telah memerintahkan Duta Besar Republik Indonesia di Teheran untuk menyiapkan langkah evakuasi bagi WNI yang berada di wilayah terdampak.
“Perlu diketahui, dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,” ujar Sugiono, dalam keterangannya, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca juga: Pakar Nilai Langkah Prabowo Mediasi AS–Iran Tak Mudah, Ini Tantangannya
Ia menjelaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi yang dinilai masih sangat dinamis. Presiden Prabowo Subianto, kata dia, juga telah mengingatkan agar seluruh jajaran siap menghadapi berbagai kemungkinan.
“Disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apa pun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” ucapnya.
Sugiono juga mengungkapkan telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran. Dalam pembicaraan tersebut, Iran menjelaskan posisinya, sementara Indonesia menegaskan sikap konsistennya dalam mendorong penyelesaian damai.
Indonesia, kata Sugiono, menyesalkan gagalnya perundingan yang berujung pada meningkatnya eskalasi.
Baca juga: UEA Siap Tambah Investasi di Indonesia, Ini Hasil Pertemuan Prabowo dan MBZ
Pemerintah juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap integritas dan kedaulatan wilayah suatu negara serta mendorong semua pihak kembali ke meja perundingan.
Dalam komunikasi itu, Indonesia turut menyampaikan kesiapan untuk berperan sebagai mediator guna membantu meredakan ketegangan di kawasan tersebut.
“Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting ABT Rp181 triliun bukan untuk MBG, melainkan untuk program mendesak seperti revitalisasi 20… Read More
Poin Penting Hingga Januari 2026, kredit UMKM tercatat Rp1.482,99 triliun, menunjukkan tren perlambatan akibat dinamika… Read More
Poin Penting Reformasi klasifikasi investor hampir rampung, dengan progres mencapai 94% dan target implementasi pada… Read More
Poin Penting Celios mendorong percepatan transisi energi melalui pemanfaatan energi terbarukan dan elektrifikasi transportasi guna… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DARI pemberitaan di… Read More
Poin Penting Transaksi digital BSI naik 24% secara bulanan selama Ramadan 2026, terutama pada layanan… Read More