KUR bersubsidi_UMKM
Jakarta– Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan dua skema baru penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna memenuhi target penyaluran KUR pada tahun ini.
Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati mengaku, skema baru ini juga untuk lebih memperluas jaringan penyaluran KUR di berbagai daerah.
“Kita perlu perluas jangkauan penyaluran KUR karena ada sekitar 20% dari UKM yang tidak terlayani Bank. Ini bukan kesalahan bank karena ada yang harus dipenuhi untuk bisa akses kredit,” ungkap Yuana di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta, Kamis 18 Januari 2018.
Skema pertama ialah skema pembayaran kredit tanggung renteng, dimana para penerima KUR dapat membuat kelompok usaha dan salah satu ketua kelompok tersebut dapat mengajukan permohonan KUR. Sementara sebagian anggota yang merupakan pengusaha pemula dapat menggunakan pembayaran kredit berdasarkan sistem tanggung renteng.
Dirinya menyebut, dengan skema ini dapat menghindari terjadinya kredit macet dari pihak peminjam.
Sementara skema kedua ialah skema KUR khusus yang diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk kluster dengan menggunakan mitra usaha.
“Skema KUR ini diperuntukkan untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat, dan perikanan rakyat termasuk pengadaan kapal nelayan,” tambah Yuana.
Sebagai informasi, Pemerintah pada tahun 2018, mentargetkan penyaluran KUR dapat mencapai Rp 120 triliun. Untuk mendorong penyaluran KUR, pemerintah juga telah menurunkan bunga KUR yang diturunkan menjadi 7%. (*)
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More