“Kalau negara besar seperti Indonesia, dan Australia, pemiliknya di mana? Jualnya di mana? pajaknya gimana? Bagian penerimaan ini akan jadi bagian yang dinamis,” ujar Sri Mulyani.
Baca juga: Ini Rencana Menkeu Naikkan Penerimaan Pajak
Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menambahkan, pihak Bea dan Cukai hanya dapat mendeteksi transaksi online ekspor impor yang barangnya terlihat fisiknya atau tangible. Namun untuk barang-barang intangible atau tidak dapat terlihat secara fisik, seperti software, masih sulit untuk terdeteksi.
“Model konvensional dan e-commerce ini dibedakan, yang tangible dan intangible. E-commerce bisa juga yang tangible, tapi bisa juga yang intangible, kayak software. Ini level of playing field-nya harus kami perhatikan, termasuk di kepabeanan,” jelas Heru. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More
Poin Penting Prabowo memperingatkan eskalasi konflik global, khususnya yang melibatkan senjata nuklir, berisiko memicu Perang… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More
Poin Penting Danantara aktif sebagai investor pasar saham Indonesia dan menilai valuasi saham domestik masih… Read More
Poin Penting Allianz mencatat klaim asuransi di Bali mencapai Rp22 miliar sepanjang 2025, didominasi kerusakan… Read More