Moneter dan Fiskal

Pemerintah Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,6 Persen di 2025

Jakarta – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 berada di kisaran level 5,3-5,6 persen. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan pemerintah optimis dengan target tersebut dilihat dari beberapa indikator perekonomian RI.

“Tahun 2024 pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen, lebih baik dari 2023. 2025 kita yakin lebih baik lagi 5,3-5,6 persen. Jadi 2024 dan 2025 itu betul-betul didorong,” ujar Susi di Jakarta, Jumat, 1 Maret 2024.

Baca juga: Bos BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,5 Persen di 2024

Sebelumnya, dia menjelaskan optimisme tersebut dilihat dari realisasi pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 yang tembus di atas 5 persen atau mencapai 5,05 persen.

“Bagiamana tahun depan (2025) mudah-mudahan dengan politik makin stabil kemudian kita sendiri indikator makro kuat tahun depan kita targetkan range 5,3-5,6 persen,” ujar Susi.

Sementara untuk inflasi, pemerintah yakin di tahun 2024 inflasi tetap terkendali berada di bawah 2,80 persen. Kemudian, untuk 2025 ditargetkan Indonesia akan mampu di level 2,5±1 persen.

“Jadi kesimpulannya kalau ditanya 2024 pemerintah sangat optimis, 2025 lebih baik lagi karena dengan berbagai indikator tadi,” jelasnya.

Baca juga: Bos LPS Beberkan Penyebab Ekonomi RI Sulit Tumbuh di Atas 5 Persen

Pemerintah pun telah mempersiapkan strategi untuk mengejar target tersebut lewat sejumlah kebijakan untuk menjaga stabilitas. Pemerintah juga akan membangun mesin pertumbuhan ekonomi baru mulai dari digitalisasi, hilirisasi hingga industrialisasi.

“Kemudian juga kita mendorong perlindungan sosial termasuk menjaga daya beli masyarakat. Pasalnya struktur PDB kita masih dominan di konsumsi rumah tangga,” jelasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

2 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

2 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

2 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

2 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

3 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

5 hours ago