Nasional

Pemerintah Optimis Konsumsi Domestik Dorong Stabilitas Ekonomi RI

Jakarta – Di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia, pemerintah optimis konsumsi domestik tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, pemerintah akan terus meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong kelompok masyarakat berdaya beli tinggi, terutama di tier 1, untuk lebih banyak membelanjakan uangnya di dalam negeri.

“Potensi daya beli mereka kuat, tetapi sebagian besar masih bersifat absorbent atau kurang terdistribusi untuk mendukung konsumsi dalam negeri,” katanya, dalam acara BNI Investor Daily Round Table, dikutip Kamis, 16 Januari 2025.

Baca juga : Airlangga Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen di 2025, Ini Pendorongnya

Selain itu, pemerintah juga mendorong pelaku usaha menengah untuk naik kelas, tidak hanya di sektor jasa tetapi juga di manufaktur. 

Salah satu upaya konkret yang dilakukan yakni dengan memberikan subsidi bunga sebesar 6 persen untuk kredit investasi di sektor-sektor produktif.

”Program hilirisasi pemerintah juga terus diupayakan guna memberikan nilai tambah bagi negara,” jelasnya.

Dukungan Sektor Perbankan

Sementara itu, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan, BNI siap memberikan pembiayaan dalam mendukung program Pemerintah salah satunya hilirisasi termasuk menangkap peluang dari ekosistem tersebut.

Baca juga : Konsumsi Meningkat, Rata-Rata Orang Indonesia Habiskan Rp12,3 Juta di 2024

“Kami melihat hilirisasi sebagai momentum untuk menciptakan solusi keuangan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Perbankan, termasuk BNI, sangat terbuka dalam hal pembiayaan, seperti kredit sindikasi, untuk mendukung program ini. Tentu saja, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, tetapi kami optimis dapat memainkan peran yang signifikan dalam ekosistem hilirisasi,” ujarnya.

Royke menambahkan, transformasi layanan perbankan yang dilakukan BNI tidak hanya berfokus pada tabungan, tetapi juga pada upaya mendorong nasabah untuk lebih aktif melakukan transaksi. Untuk itu, BNI melakukan transformasi layanan keuangan yang terintegrasi melalui BNIdirect.

“Pembaruan layanan perbankan digital ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan pengelolaan keuangan bisnis,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

28 mins ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

52 mins ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

1 hour ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

3 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

3 hours ago