Pemerintah Kurang Serius Antisipasi Melemahnya Rupiah

Pemerintah Kurang Serius Antisipasi Melemahnya Rupiah

Pelemahan Rupiah Saat ini Beda Dengan Krisis 1998
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Kondisi sudah terlanjut memburuk, pemerintah diminta segera ambil langkah darurat atasi pelemahan rupiah. Apriyani Kurniasih.

Jakarta–Pemerintah dinilai kurang serius dalam mengantisipasi melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Termasuk dalam menghadapi pelambatan pertumbuhan ekonomi global.

Jazilul Fawaid Anggota Badan Anggaran DPR mengatakan, pemerintah kurang antisipasi dan telat berpikir. Sekarang kurs rupiah terhadap dolar AS sudah Rp 14 ribu lebih.

Jazilul mengaku heran dengan sikap pemerintah yang tidak terpikir dan memprediksi devaluasi Yuan yang dilakukan oleh Tiongkok. Ia pun berharap pemerintah segera mencari solusi terhadap permasalahan sudah terlanjur parah ini.

“Saya berharap kepada pemerintah selalu mengantisipasi, jangan menunggu sampai parah dan bahaya. Sekarang bukan langkah antisipasi lagi, tetapi darurat. Apapun pemerintah harus lakukan. Kumpulkan para pengusaha nasional kita. Ajak mereka bersama-sama untuk menyelamatkan keadaan,” saran Jazilul.

Jazilul juga menyoroti dana transfer ke daerah dan dana desa yang mencapai Rp782,2 triliun. Angka ini lebih besar dari besaran belanja pemerintah pusat. Ia berharap kepada Pemerintah, dana ini dipastikan sampai ke daerah.

“Jika dana segera sampai ke daerah, maka ekonomi bergerak di daerah. Masalahnya, apakah kemampuan pemerintah untuk menyerap anggaran dan melaksanakan anggaran yang menjadi persoalan. Bisa saja DPR dan pemerintah pusat mengarahkan  kepada daerah, tetapi daerah punya kemampuan melaksanakan atau tidak,” kata Jazilul.

Jika daerah tidak mempunyai kemampuan melaksanakan anggaran, lanjutnya, maka banyak anggaran yang mengendap di bank-bank daerah, seperti yang banyak terjadi sekarang. Sehingga, harapan pemerintah ingin mempercepat pemerataan pembangunan, malah menjadi lambat. Walaupun Pemerintah sudah mengeluarkan terobosan, jika SDM tidak memadai, maka tidak akan mengalami perubahan.

Secara umum, Jazilul mengaku mendukung dana transfer ke daerah yang akan mempercepat anggaran itu berputar di daerah dan bertumbuh di daerah tersebut. “Yang menjadi catatan yaitu siap atau tidak daerah tersebut”pungkasnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]