Ilustrasi: Kantor Kemenkue/istimewa
Jakarta–Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Suahasil Nazara mengungkapkan, besarnya utang yang dicanangkan Pemerintah bertujuan untuk pembangunan yang menciptakan banyak manfaat terhadap masyarakat. Tercatat hingga Mei 2017, total utang pemerintah Indonesia telah mencapai Rp3.672,33 triliun.
“Pemerintah di APBN, menjalankan yang sifatnya defisit. Artinya pengeluaran itu disetel untuk mendorong pengeluaran yang lebih tinggi karena kita bangun infrastruktur, meningkatkan perlindungan sosial,” ungkap Suahasil di Kompleks DPR-RI, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2017.
Ia menilai, dalam pembangunan infrastruktur hingga perlindungan sosial, pemerintah tidak harus selalu dibiayai oleh APBN, melainkan bisa dengan utang.
“Kita juga ingin meningkatkan perlindungan sosial oleh karenanya kita menjalankan anggaran yang sifatnya defisit. Nah anggaran defisit itu lalu dibiayai pembiayaan salah satunya adalah lewat utang,” jelasnya.
Dirinya juga menilai, angka rasio utang yang masih di angka 28 persen dari produk domestik bruto masih cukup aman dan jauh dari angga yang diatur di undang-undang (UU).
“UU menetapkan rasio utang 60 persen dari PDB (produk domestik bruto). Rasio utang sekarang ini 28 persen masih cukup jauh,” kata Suahasil.
Selain itu, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, rasio utang Indonesia masih relatif lebih rendah. Rasio utang Malaysia saat ini mencapai 40 persen terhadap PDB, Thailand 50 persen terhadap PDB, atau bahkan Jepang yang menembus 200 persen terhadap PDB. (*)
Editor: Paulus Yoga
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga BANK Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia… Read More
Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More
Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 hari ini anjlok Rp28.000 ke Rp3.057.000 per gram, sementara UBS… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka menguat ke Rp16.755 per dolar AS, naik 0,27 persen… Read More