Moneter dan Fiskal

Pemerintah Kantongi Rp22 Triliun dari Lelang 7 Surat Utang Negara

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada 3 September 2024. Dari hasil lelang tersebut, pemerintah berhasil menyerap dana Rp22 triliun.

Melalui sistem lelang Bank Indonesia, pemerintah melelang seri SPN03241204 (penerbitan baru), SPN12250904 (penerbitan baru), FR0104 (pembukaan kembali), FR0103 (pembukaan kembali), FR0098 (pembukaan kembali), FR0097 (pembukaan kembali) dan FR0102 (pembukaan kembali).

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu mengungkapkan, total penawaran yang masuk pada lelang Surat Utang Negara kali ini tercatat Rp45,49 triliun.

Baca juga: Naik 179,2 Persen, Transaksi Surat Utang di SPPA Tembus Rp124,4 Triliun hingga Juli 2024

Rincian Nominal yang Menangkan

Dari proses lelang tersebut, serapan tertinggi berasal dari seri FR0103. Rinciannya, penawaran yang masuk sebesar Rp14,31 triliun dengan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,63995 persen. Adapun jumlah nominal yang menangkan Rp9,25 triliun.

Selanjutnya, disusul seri FR0104. Pemerintah memenangkan dana sebesar Rp8,71 triliun dari penawaran masuk Rp15,16 triliun. Sedangkan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan seri ini sebesar 6,46516 persen.

Kemudian, dari seri FR0097, pemerintah menyerap dana senilai Rp1,9 triliun dari penawaran masuk Rp4,21 triliun. Sedangkan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,82970 persen.

Pada seri FR0102, pemerintah mencatat menerima penawaran masuk Rp3,04 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan 6,84722 persen. Adapun jumlah nominal yang dimenangkan Rp1,46 triliun.

Baca juga: Pemerintahan Prabowo Bakal Bayar Bunga Utang Rp552,85 Triliun di 2025

Untuk seri FR0098, pemerintah menyerap Rp7 miliar dari penawaran awal yang masuk Rp3,19 triliun dengan penerimaan imbal hasil rata-rata 6,70644 persen.

Sementara pada seri SPN03241204 dan SPN12250904, pemerintah tak mampu menyerap dana yang dimenangkan. Padahal, kedua seri ini merima penawaran masuk masing-masing Rp2,04 triliun dan Rp3,53 triliun. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Skandal Emas Digital China Meledak, Investor Gagal Tarik Dana dan Emas Fisik

Poin Penting Platform emas digital JWR runtuh dan membekukan dana investor hingga puluhan triliun rupiah… Read More

10 mins ago

Gila! Tambang Emas Ilegal Putar Dana Rp992 Triliun, DPR: Jejaringnya Hidup dan Berkembang

Poin Penting Perputaran tambang emas ilegal melonjak hingga Rp992 triliun, menunjukkan praktik ilegal semakin masif… Read More

1 hour ago

Tak Ada Ampun, Eks Menteri Kehakiman China Dipenjara Seumur Hidup karena Korupsi

Poin penting Mantan Menteri Kehakiman China Tang Yijun divonis penjara seumur hidup atas kasus suap… Read More

2 hours ago

Laba Bersih BNI Tembus Rp20 Triliun pada 2025, Kredit Melaju 15,9 Persen

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp20 triliun sepanjang 2025, ditopang pertumbuhan kredit 15,9% ke… Read More

2 hours ago

KB Bank Cetak Wirausaha Muda Berkelanjutan melalui GenKBiz Yogyakarta

Poin Penting KB Bank melalui GenKBiz Yogyakarta mendukung wirausaha muda berbasis ESG dengan program inkubasi… Read More

3 hours ago

OJK Naikkan Free Float Jadi 15 Persen, CIMB Niaga Siap Ikuti Regulasi

Poin Penting OJK berencana menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen dari saat… Read More

3 hours ago