Ibukota; Tujuan investor. (Foto: Erman)
Jakarta–Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan, pemerintah secara sungguh-sungguh mengharapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bisa segera diselesaikan.
Sekab beralasan, bagaimanapun dalam kondisi turbulence ekonomi dunia dan juga melihat defisit anggaran bisa kemungkinan terjadi, maka harapannya RUU Tax Amnesty ini bisa segera diselesaikan.
“Pemerintah meyakini, teman-teman di DPR juga memiliki tujuan yang sama, keinginan yang sama, karena ini kan bukan kepentingan pemerintah tapi ini kepentingan rakyat Indonesia secara menyeluruh, ” kata Seskab Pramono Anung kepada wartawan menjelang rapat terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/2) siang.
Pernyataan itu disampaikan Seskab menanggapi keengganan sejumlah fraksi di DPR-RI untuk segera membahas RUU Pengampunan Pajak atau RUU Tax Amnesty menyusul ditundanya pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagaimana hasil yang disepakati dalam pertemuan konsultasi antara pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dengan pimpinan DPR-RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/2) lalu.
Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) DPR-RI Hendrawan Supratikno meminta pembahasan RUU Pengampunan Pajak atau “Tax Amnesty” ditunda sehubungan dengan ditundanya pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Hendrawan beralasan penundaan ini juga guna menyosialisasikan RUU “Tax Amnesty” kepada masyarakat.
Pengampunan pajak adalah program yang menghapuskan tunggakan, sanksi, dan pidana. Syaratnya, wajib pajak melaporkan harta yang selama ini tidak dilaporkan ataupun kalau dilaporkan datanya manipulatif. (*) Ria Martati
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More