Jakarta– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, Pemerintah mendorong percepatan digitalisasi salahsatunya dalam perekonomian di 542 daerah di Indonesia.
Percepatan daerah ini berada dalam wadah Satuan Tugas Percepatan dan Peluncuran Digitalisasi Daerah (P2DD), yang bakal diketuai oleh kepada daerah masing-masing. Hal ini menyusul Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas P2DD.
Airlangga menyampaikan, saat ini sudah terdapat 110 daerah dari 542 daerah yang telah berinisiatif dalam pembentukan P2DD dan mendigitalisasi sistem otonomi daerahnya.
“Diharapkan seluruh daerah bisa mengikuti yang 110 (daerah),” ucap Airlangga dalam Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia secara virtual, Senin 5 April 2021.
Airlangga menambahkan, upaya tersebut dilakukan agar implementasi elektronifikasi transaksi pememerintah daerah dapat dilakukan menyeluruh di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan, kerangka strategi nasional ekonomi digital telah melalui diskusi panjang dengan berbagai Kementerian/lembaga (K/L). Kerangka disusun dengan memperhatikan kompleksitas dan keterkaitan kebijakan antar otoritas, serta kebutuhan para pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah.
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More