Moneter dan Fiskal

Pemerintah Diminta Realistis Pasang Target Penerimaan Pajak

Jakarta – Pemerintah khususnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diminta untuk lebih realistis dalam menetapkan target penerimaan pajak. Hal ini sejalan dengan realisasi penerimaan pajak dalam beberapa tahun terakhir yang tidak pernah mencapai target.

Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan, selama kurun waktu 2016-2014, realisasi penerimaan pajak ‎rata-rata sebesar 96 persen dari target. Penerimaan pajak hanya melewati target pada 2008, yaitu sebesar 107 persen saat harga komoditas melambung tinggi.

“Di 2 tahun pemerintahan Presiden Jokowi, realisasi pajak itu melorot ke 82 persen. Tanpa penerimaan dari tax amnesty, realisasi penerimaan pajak di 2016 mungkin hanya sekitar 74 persen,” ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 30 Oktober 2017

Lebih lanjut dia menilai, rendahnya rasio pajak di Indonesia juga menjadi penghambat realisasi penerimaan pajak. Bahkan dalam 5 tahun terakhir rasio pajak cenderung menurun.

Pada 2012, kata dia, rasio pajak di Indonesia memang sempat menyentuh angka 11,4 persen. Namun setelah itu terus menurun menjadi 11,3 persen di 2013, 10,9 persen di 2014, 10,8 persen di 2015, 10,4 persen di 2016 dan di 2017 diperkirakan hanya mencapai 10,1 persen.

“Jadi tax ratio kita turun terus, sedangkan di negara-negara lain itu malah naik. Jadi kita pada level yang masih rendah yang justru turun terus dalam 5 tahun terakhir,” ucapnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

GoPay Kini Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BRI dan Bank BJB, Ini Caranya

Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More

6 hours ago

Animo Tinggi, BRI Kanwil Jakarta II Tambah Kuota Mudik Gratis jadi 2.750 Pemudik

Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More

6 hours ago

Proteksi Pemudik 2026, BRI Life Andalkan Produk Asuransi Digital MODI

Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More

6 hours ago

Adira Finance Lepas 300 Pemudik ke Solo dan Yogyakarta, Dapat Cek Kesehatan dan Asuransi

Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More

7 hours ago

BI Borong SBN Rp86,16 Triliun hingga Maret 2026, Buat Apa?

Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More

8 hours ago

BI Tegaskan Beli Tunai Dolar AS Tak Dibatasi, Ini Aturan Barunya

Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More

8 hours ago