News Update

Pemerintah Buru Aset BLBI di Luar Negeri, Gudangnya di Singapura

Tangerang — Kenyataan bahwa penyelesaian piutang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang masih jauh dari rampung, membuat pemerintah menyiapkan berbagai strategi. Termasuk memburu aset-aset terkait BLBI yang ada di luar negeri. 

Kendati telah melakukan pemanggilan terhadap 48 obligor dan debitur BLBI, pemerintah tetap “mengendus” aset-aset di luar negeri yang bisa memgembalikan kekayaan negara. Seperti diketahui, dana BLBI senilai Rp147,7 triliun diberikan kepada 48 obligor dan debitur untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan memulihkan perekonomian nasional dari imbas krisis moneter 1998.

“Kendati demikian tentu terdapat sejumlah kendala yang saat ini dihadapi oleh Satgas BLBI, khususnya terkait dengan aset yang berada di luar negeri, yang memiliki sistem hukum yang berbeda dengan sistem hukum Indonesia,” ucap Wakil Ketua Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi di Tangerang, Jumat (27/8/2021).

Dia menjelaskan, kejaksaan akan menyiapkan berbagai strategi untuk mengembalikan hak negara tesebut. Beberapa strategi tersebut bisa dilakukan baik melalui pendekatan hukum, perpajakan, kerja sama internasional serta upaya lainnya, seperti melakukan gugatan keperdataan, pembekuan aset baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk perusahaannya. 

“Sekaligus dengan memaksimalkan mutual legal assistance (bantuan hukum timbal balik) dan perjanjian ekstradisi yang masih jarang dilakukan,” jelas Setia. 

Menimpali pernyataan Kejaksaan Agung, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, bahwa mungkin langkah-langkah ke depan untuk mengembalikan aset BLBI akan jauh lebih sulit. Dia menilai pemerintah mungkin akan berhadapan dengan aset-aset yang berada di luar negeri, yang secara yurisdiksi dan sistem hukumnya akan berbeda, dan pasti membutuhkan proses hukum yang lebih kompleks.

“Tapi kita tidak akan mengenal lelah dan menyerah. Tadi yang disampaikan kita akan terus berusaha mendapatkan hak kembali dari negara untuk bisa dipulihkan,” tegas Sri Mulyani. 

Terkait dengan aset-aset di luar negeri tersebut, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI), Rionald Silaban menyatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). Ia bilang, Jamdatun akan memimpin proses pengembalian dan pemulihan aset-aset terkait BLBI di luar negeri.

“Pemanggilan telah dilakukan untuk yang di luar negeri, kebanyakan ada di Singapur. Dan kita berkoordinasi dengan duta besar kita di Singapur,” ucapnya. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

BPKH Pastikan Biaya Haji 2026 Aman Meski Rupiah Nyaris Rp17.000 per Dolar AS

Poin Penting Penguatan dolar AS tidak berdampak langsung pada biaya haji, karena BPKH telah mengamankan… Read More

4 mins ago

Aliran Modal Asing Rp5,96 Triliun Kabur dari RI di Pekan Ketiga Januari 2026

Poin Penting Capital outflow Rp5,96 triliun terjadi pada pekan ketiga Januari 2026 (19–22 Januari), dengan… Read More

24 mins ago

Imbal Hasil Investasi BPKH di Bank Muamalat Nyaris Sentuh Rp1 Triliun

Poin Penting Sejak mengakuisisi Bank Muamalat pada 2021, BPKH telah meraih imbal hasil investasi mendekati… Read More

41 mins ago

Cara BSI Dorong Pedagang Pasar Naik Kelas

Poin Penting BSI mempercepat transformasi digital di ekosistem pasar untuk mendekatkan layanan dan memperluas penetrasi… Read More

5 hours ago

BRI Insurance Perkuat Unit Syariah untuk Dorong Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Poin Penting BRI Insurance memperkuat sektor syariah sebagai kontribusi mendukung target pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi… Read More

14 hours ago

Kasus Kredit Macet Sritex: Ironis, Kriminalisasi Bankir Ketika Kerugian Negara Belum Bisa Dihitung

Oleh Tim Infobank KREDIT macet tidak bisa masuk ranah pidana. Bahkan, dalam kesimpulan seminar Infobank… Read More

22 hours ago