Poin Penting:
- Pemerintah membuka lowongan 30 ribu manajer untuk program Koperasi Merah Putih tahap pertama.
- Pendaftaran terbuka bagi lulusan D3–S1 dengan usia maksimal 35 tahun dan IPK minimal 2,75.
- Proses seleksi dilakukan transparan tanpa biaya melalui situs resmi hingga 24 April 2026.
Jakarta – Pemerintah resmi membuka lowongan besar-besaran untuk posisi manajer dalam program Koperasi Merah Putih yang menjadi bagian dari penguatan ekonomi desa. Rekrutmen ini ditujukan untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia profesional yang akan mengelola koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Melalui panitia seleksi nasional, sebanyak 30 ribu formasi disiapkan dalam tahap awal rekrutmen. Program ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan ekonomi berbasis koperasi di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satuan Tugas Pembentukan Kopdes Merah Putih, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara terbuka dan profesional. Ia menegaskan tidak ada pungutan biaya dalam proses pendaftaran hingga seleksi berlangsung.
Baca juga: Ribuan Pikap India yang Telanjur Diimpor Tetap Disalurkan ke Kopdes
Syarat dan Mekanisme Rekrutmen Koperasi Merah Putih
Rekrutmen manajer Koperasi Merah Putih terbuka bagi lulusan D3, D4, hingga S1 dari seluruh jurusan. Adapun syarat utama yang harus dipenuhi pelamar antara lain usia maksimal 35 tahun serta memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75.
Pendaftaran dibuka hingga 24 April 2026 melalui kanal resmi pemerintah di https://phtc.panselnas.go.id. Proses seleksi dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas penuh.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa para kandidat yang lolos akan ditempatkan di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
“Setelah itu akan dimatangkan lagi, nanti dua tahun di BUMN. Setelah itu, kalau serah terimanya tepat dua tahun maka dia akan ikut di Koperasi Desa Merah Putih,” katanya dikutip Antara.
Program ini merupakan bagian dari target pemerintah untuk membangun 30 ribu unit koperasi desa yang direncanakan rampung pada Juni hingga Juli 2026.
Selain itu, rekrutmen ini juga melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian PAN-RB, Kementerian Koperasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertahanan, serta Kementerian Keuangan.
Baca juga: Soal Aturan Pembiayaan Kopdes Ditanggung APBN, Airlangga Bilang Begini
Dalam konteks pembangunan ekonomi desa, peran manajer dinilai sangat strategis. Mereka akan menjadi motor penggerak operasional koperasi sekaligus memastikan keberlanjutan usaha di tingkat lokal.
“Negara memanggil putra-putri terbaik untuk hadir di desa, kelurahan, dan kampung nelayan. Mari kawal bersama agar yang terpilih benar-benar SDM terbaik demi Indonesia maju,” ujar Zulkifli.
Program Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang karier bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan desa.
Rekrutmen besar ini menjadi peluang strategis bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam pengembangan ekonomi desa melalui program Koperasi Merah Putih yang tengah digencarkan pemerintah. (*)
Editor: Galih Pratama







