Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Bidik Generasi Milenial Kembangkan Industri Halal

Jakarta – Pemerintah terus mendorong industri halal di dalam negeri untuk bisa berkontribusi terhadap perekonomian khususnya ekonomi syariah. Saat ini potensi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia masih sangat besar, karena itu pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi terutama ke generasi milenial yang terus berkembang.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro sekaligus Sekretaris Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di JCC, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018. Menurutnya, generasi milenial di negara muslim akan tumbuh menjadi sebanyak 4,7 miliar orang pada tahun 2030.

“Generasi milenial harus diinisiasi. Platform online industri ritel bisnis akan geser ke arah online. Maka semua layanan ini akan menjadikan model bisni yang lama menjadi dari offline ke online. Milenial akan dominasi peran ekonomi itu,” ujar Bambang Brodjonegoro.

Dia mengungkapkan, bahwa pentingnya mengoptimalkan gaya hidup halal untuk mendorong perekonomian syariah. Mengingat, jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, tentu menjadi peluang yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal. Di sisi lain, negara-negara lain juga sudah melihat betapa besarnya potensi dari industri halal ini.

“Kita penting untuk optimalkan pertumbuhan gaya hidup halal. Teknologi juga harus diterapkan untuk percepat pengoperasian proses industri ini jadi lebih efisien,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, selain disektor makanan dan fesyen, industri halal juga bisa bergerak di bidang pariwisata. Selama ini, sektor pariwisata berbasis syariah masih sangat minim. Padahal, mayoritas penduduk Indonesia merupakan muslim. Oleh sebab itu, pemerintah bersama dengan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan wisata syariah.

“Pertumbuhan industri halal ini harus fokus ke pariwisata, ini tentu bisa melayani berbagia macam konsumen atau wisata halala busana dan makanan ini mampu ciptakan lapangan kerja kesejahteraan dan fungsi naikkan konsumen,” paparnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

23 hours ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

24 hours ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

24 hours ago

Skenario Pengakhiran Perang AS-Israel Versus Iran

Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More

2 days ago

Prabowo Klaim Pemulihan Bencana Aceh Tamiang Hampir 100 Persen

Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More

2 days ago

Waspada! Modus Fake BTS Kuras Rekening, Begini Cara Menghindarinya

Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More

2 days ago