Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Poin Penting
Jakarta – Pemerintah akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mendorong sektor swasta mengikuti langkah serupa setelah Lebaran. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi penghematan energi di tengah lonjakan harga minyak dunia.
WFH akan diterapkan secara terbatas dan terarah guna menekan konsumsi BBM tanpa mengganggu produktivitas nasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah tengah merampungkan aturan teknis pelaksanaan WFH. Aturan tersebut akan diberlakukan setelah Lebaran bagi ASN, serta menjadi imbauan bagi sektor swasta—kecuali bagi pekerja layanan publik yang harus tetap bertugas di lapangan.
“(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga saat ditemui usai salat Idul Fitri di Jakarta, dikutip Antara, Sabtu (21/3/2026).
Baca juga: Para ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024, Ini Aturannya
Airlangga menjelaskan bahwa mekanisme WFH hanya berlaku sehari dalam sepekan, dan pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi berjalan efektif.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan bahwa penghematan energi menjadi alasan kuat di balik kebijakan WFH. Menurutnya, penerapan WFH sehari mampu memberikan dampak efisiensi penggunaan BBM secara signifikan.
“Ada hitungan kasar sekali … (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),” kata Purbaya.
Ia menekankan bahwa kebijakan WFH tetap dibatasi agar tidak mengganggu produktivitas kerja. “Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” ujarnya.
Purbaya menambahkan, jika WFH diterapkan pada Jumat, rangkaian akhir pekan menjadi lebih panjang (Jumat–Sabtu–Minggu), yang berpotensi meningkatkan aktivitas rumah tangga sekaligus memberi dorongan kecil bagi sektor pariwisata.
Dalam sidang kabinet sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya menyiapkan langkah penghematan konsumsi BBM, termasuk mempertimbangkan kebijakan WFH sebagai respons antisipasi atas risiko krisis global.
“Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi Covid, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ujar Prabowo.
Baca juga: Jakarta Sudah Aman, Gubernur Pramono Cabut Kebijakan WFH
Kebijakan penghematan energi tidak hanya dilakukan Indonesia. Beberapa negara turut mengambil langkah serupa di tengah ketidakpastian global:
Kebijakan WFH yang akan berlaku di Indonesia menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas energi sekaligus adaptasi terhadap dinamika global yang terus berubah. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membatasi seluruh pengajuan anggaran baru demi menjaga kesehatan APBN.… Read More
Poin Penting Baleg DPR menilai penghapusan pensiun seumur hidup sebagai langkah adil dan transparan. Kebijakan… Read More
Poin Penting Libur Program MBG selama Idul Fitri memberi efisiensi anggaran negara. Distribusi terakhir MBG… Read More
Poin Penting Pemerintah dan dunia usaha menyiapkan langkah antisipasi terkait isu dumping dan tenaga kerja… Read More
Poin Penting BGN menindak pelanggaran SOP program MBG, mayoritas berupa penghentian sementara operasional. Mulai dari… Read More
Poin Penting Bank Muamalat dan BMM memberikan santunan untuk 2.026 anak yatim, perlengkapan salat, dan… Read More