Moneter dan Fiskal

Pemerintah Berencana Alihkan Subsidi BBM ke BLT, Begini Kata Penasihat Ekonomi Prabowo

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana akan mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT). Meski begitu, terjadi kekhawatiran jika nantinya pemberian BLT kepada masyarakat tidak tepat sasaran.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya memiliki data yang valid untuk mendata penerima BLT tersebut.

Misalnya saja, kata Bambang, data pelanggan listrik 450-950 VA (volt ampere) yang menunjukkan rumah tangga berpendapatan rendah, hingga data dari penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.

Baca juga: BLT Mitigasi Risiko Pangan Tak Kunjung Cair, Airlangga Ungkap Alasannya

“Penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan seingat saya dulu waktu masih menteri itu 100 juta orang lah yang terima ini juga sudah data yang bagus kan, berarti mereka adalah yang dibantu, nah jadi kita sudah punya sebenarnya, basis datanya tinggal, ya kita bikin master data untuk menunjukan keluarga ini kategorinya under poverty line, yang ini near poor, dan aspiring middle class,” ujar Bambang dalam Konferensi Pers, Indonesia Energy Transition Dialogue, Senin, 4 November 2024.

Menurutnya, subsidi untuk masyarakat lebih baik diberikan dalam bentuk BLT dibandingkan dengan subsidi BBM. Pasalnya, subsidi BBM lebih berpotensi tidak tepat sasaran.

Dia memberi contoh, misalnya di tempat pengisian BBM atau pom bensin saja, banyak masyarakat yang mengantre BBM subsidi untuk mendapat harga yang murah dan seolah-olah itu langka. Sehingga, BBM bersubsidi tidak bisa dibatasi lagi yang membuat anggaran subsidi membengkak.

Baca juga: Transisi Energi, Pertamina Tetap Layani BBM

“Solusi paling ideal daripada kita memberikan subsidi kepada barang lebih baik diberikan kepada yang membutuhkan. Ya mungkin tidak 100 persen akurat, jadi lebih baik kita berikan kepada data yang at least kita punya keyakinan 90 persen akurat dari pada kita mengikuti gaya lama, karena kalau saya bisa lihat di Pom Bensin, yang beli itu mobil-mobil yang seharusnya tidak mensubsidi Petalite,” jelasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Pemimpin Bank Sentral Global Kompak Dukung Powell usai Ancaman Pidana Trump

Poin Penting Bank sentral global kompak dukung Jerome Powell usai ancaman pidana dari Donald Trump.… Read More

16 mins ago

Pendanaan Pindar Diprediksi Menanjak di Periode Ramadan, Begini Kata OJK

Poin Penting Pendanaan pindar cenderung meningkat saat Ramadan, didorong naiknya kebutuhan konsumsi dan modal usaha… Read More

39 mins ago

Purbaya Minta Pasar Tak Panik, Rupiah Diprediksi Menguat

Poin Penting Rupiah melemah ke level Rp16.864 per dolar AS, namun pemerintah menilai kondisi tersebut… Read More

2 hours ago

Rupiah Hampir Menyentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global, termasuk tensi geopolitik… Read More

2 hours ago

Muhammadiyah Soroti Ketidakpastian Hukum yang Membayangi Dunia Perbankan

Poin Penting Muhammadiyah menilai ketidakpastian hukum di sektor perbankan berdampak luas terhadap penyaluran kredit dan… Read More

3 hours ago

Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, BI Diperkirakan Intervensi

Poin Penting Rupiah dibuka menguat tipis 0,04 persen ke level Rp16.870 per dolar AS pada… Read More

4 hours ago