News Update

Pemerintah Bakal Tindak Tegas Aktor Penyebab Kasus Jiwasraya

Jakarta- Komisi XI DPR pada hari ini (16/12) memanggil menteri keuangan Sri Mulyani untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas permasalahan Asuransi Jiwasraya. Rapat yang dilakukan secara tertutup tersebut dimulai pukul 15:00 dan berakhir pada pukul 18:30.

Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika ditemui usai menghadiri rapat menyampaikan, pihaknya akan melakukan rapat bersama antar lembaga guna membahas penanganan kasus Jiwasraya.

“Tadi di Komisi XI kesimpulannya kita akan melakukan rapat bersama dengan Menteri BUMN dan OJK namun juga bersamaan dengan komisi VI karena persoalan corporate government mengenai permasalaan isu perusahaannya dan bagaimana sampai terjadi masalah ini,” kata Sri Mulyani di Kompleks DPR Jakarta, Senin 16 Desember 2019.

Menurutnya, seluruh pihak harus menyiapkan langkah-langkah yang perlu dilakukan bersama antara regulator, kuasa pemegang saham dan Kementerian Keuangan agar dapat memberikan kepastian bagi pemegang polis dan juga investor.

Tak tanggung-tanggung, bilamana kasus tersebut sudah termasuk tindak pidana maupun kejahatan korporasi, pihaknya akan melibatkan kepolisian dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita juga akan kerjasama supaya ini memberikan signal yang jelas dan tegas bahwa pemerintah dan DPR bersama-sama tidak melindungi mereka yang melakukan kejahatan korporasi dan juga untuk memberikan kepastian kepada investor kecil termsuk pemegang polis,” tegas Sri Mulyani.

Sebagai informasi saja, hingga September 2019 sendiri, total ekuitas dari perusahaan asuransi tertua di Indonesia ini diketahui minus Rp23,14 triliun. Kerugian tersebut, merupakan buntut dari kesalahan investasi yang dilakukan perseroan pada periode sebelumnya. Diketahui, Jiwasraya menempatkan hasil investasinya jauh dari prinsip kehati-hatian, yang pada akhirnya nilai sahamnya anjlok dan berimbas pada menunggaknya klaim nasabah.

Suheriadi

Recent Posts

OJK Tegaskan Implementasi Demutualisasi BEI Masih Tunggu PP

Poin Penting OJK menegaskan pelaksanaan demutualisasi bursa efek baru dapat dilakukan setelah pemerintah menerbitkan Peraturan… Read More

20 mins ago

Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI

Poin Penting Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI, menggantikan Iman Rachman, namun peresmiannya masih… Read More

49 mins ago

Pembiayaan Berkelanjutan BNI Tembus Rp197 Triliun di 2025

Poin Penting Portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI pada 2025 mencapai Rp197 triliun atau 22 persen dari… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Naik 1,57 Persen ke Level 8.047

Poin Penting IHSG menguat signifikan pada sesi I perdagangan 3 Februari 2026, naik 1,57 persen… Read More

3 hours ago

BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI salurkan KUR Rp178,08 triliun pada 2025 kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49… Read More

3 hours ago

Mengeliminasi Fragmentasi Global dan Menimbang Posisi Indonesia

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM laporan Global… Read More

3 hours ago