Keuangan

Pemerintah Bakal Suntik Modal Jiwasraya Rp22 Triliun

Jakarta — Komisi VI DPR-RI dan Kementerian BUMN sepakat untuk menyuntikan modal senilai Rp22 triliun untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI dengan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima menjelaskan, PMN sebesar Rp22 triliun disuntikan melalui PT BPUI yang nantinya membentuk anak usaha dengan nama IFG Life. Dimana PMN akan dibagi dua tahap, yakni Rp12 triliun untuk tahun anggaran 2021 sementara sisanya Rp10 triliun untuk tahun 2022.

“Dalam usaha melaksanakan restrukturisasi tersebut akan diberikan penambahan modal kepada BPUI sebesar yang diajukan nanti akan kita bahas Rp12 triliun pada tahun anggaran 2021, itu tahap pertama. Kemudian Rp10 triliun pada tahun 2022 untuk mendirikan satu anak perusahaan asuransi jiwa baru yang akan menerima pengalihan hasil restrukturisasi polis asuransi di Jiwasraya,” jelas Aria di Gedung DPR Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020.

Aria mendambahkan, perusahaan asuransi  ini nantinya akan melakukan pengalihan hasil restrukturisasi polis tradisional dalam bentuk penyesuaian suku bunga, dan JS saving plan dalam bentuk seluruh nilai tunai ke IFG Life yang dicicil bertahap.

Sebelumnya Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjaatmadja juga memastikan kementerian dan manajemen Jiwasraya akan mulai menjalankan opsi restrukturisasi kepada nasabah mulai November nanti. Proses restrukturisasi ini diharapkan dapat selesai pada Maret 2021 sehingga proses pengalihan nasabah ini bisa dilakukan secepatnya.

“Kami sedang berdiskusi dengan OJK kami harapkan selambatnya Desember berdiri. Kalau nanti berdiri Desember mungkin mulai bulan Maret kita sudah mulai memindahkan,” kata Kartika.

Aria kembali menambahkan, dengan skema ini kedepannya diharapkan bisa memberikan kepastian kepada pemegang polis.

“Diharapkan dari skema dapat memberikan kepastian pemenuhan kewajiban polis sesuai jangka waktu yang telah disepakati dengan para pemegang polis dengan program yang akan ditentukan oleh Kementerian BUMN,” tukas Aria. (*)

Suheriadi

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

8 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

9 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

10 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

15 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago