News Update

Pemerintah Bakal Buka Rekening Bersaldo Rp200 Juta

Jakarta–Dalam rangka implementasi pertukaran informasi secara otomatis atau Automatic Exchange of Information (AEoI) pemerintah berencana membuka data nasabah perorangan dalam negeri dengan jumlah saldo minimal Rp200 juta. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat ada sekitar 2,2 juta rekening dengan saldo di atas jumlah tersebut.

Sedangkan untuk entitas semua akan dibuka. Hal itu disampaikan oleh Mentri Keuangan RI, Sri Mulyani saat konferensi pers di Kantor Kementrian Keuangan, Jakarta, Senin, 5 Mei 2017.

“Untuk kepentingan nasional pada rekening dalam negeri , di atas Rp200 juta rupiah harus dilaporkan. Sedangkan untuk badan tidak ada pembatasan besaran nilai yang dilaporkan,” ungkap Sri Mulyani.

Ia menjelaskan, tercatat untuk total akun atau rekenin di perbankan nasional yang memiliki saldo di atas Rp200 juta ada sebanyak 2,2 juta rekening, atau 1,14 persen dari jumlah penabung keseluruhan.

Baca juga: Ini Tanggapan Bankir Soal Perppu Keterbukaan Data Nasabah

Sri Mulyani menambahkan, untuk perusahaan dan perasuransian, bila nilai pertanggungan di atas Rp200 juta secara agregatif juga harus dilaporkan, sedangkan yang lainnya pasar modal, bursa berjangka, tidak ada pembatasan saldo minimal.

Ia menjelaskan terakait dengan jumlah minimal data nasabah yang akan dibuka merupakan hal yang sesuai dengan Common Reporting Standard (CRS) untuk kepentingan AOEI.

Selain itu bagi nasabah entitas luar negeri, data nasabah yang dibuka dengan minimum saldo USD250 ribu secara agregatif harus disampaikan oleh lembaga jasa keuangan kepada Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu. “Untuk etinitas Luar Negeri diatas jumlah USD250 ribu akan dibuka dan harus dilaporkan.” tutup Sri Mulyani. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

6 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

6 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

7 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

9 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

11 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

20 hours ago