Ilustrasi penyaluran bantuan langsung tunai atau BLT/istimewa
Jakarta – Pemerintah menyatakan tengah menyusun sistem atau skema baru agar bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan kepada masyarakat tepat sasaran dan hanya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan tertentu.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, nantinya penerima BLT harus membuka akun bank khusus untuk menerima transfer dana dari pemerintah.
“Dia harus buka bank account dia nanti, dan juga boleh kita target dan dia harus membelanjakan uang ini dengan apa namanya arahan pemerintah,” kata Luhut dalam konferensi pers di Jakarta dikutip, Jumat, 10 Januari 2025.
Baca juga: BLT Mitigasi Risiko Pangan Tak Kunjung Cair, Airlangga Ungkap Alasannya
Luhut menjelaskan bahwa skema dari pemberian BLT tersebut akan menggunakan skema barcode agar memastikan bantuan diterima tepat sasaran. Di mana perputaran uang BLT akan beredar di desa-desa, sehingga akan mendorong perekonomian daerah.
“Misalnya di desa itu dia beli telur gini dan sebagainya, ayam dan sebagainya, itu akan bagian barcode-nya dibuat,” jelasnya.
Luhut menambahkan bahwa sistem ini membantu pemerintah untuk memantau penggunaan dana secara transparan dan mencegah penyalahgunaan. Sistem akan dikembangkan sepenuhnya oleh anak-anak bangsa dengan melibatkan sekitar 300 orang yang bekerja di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Peruri, dan Telkom.
Baca juga: Pemerintah Berencana Alihkan Subsidi BBM ke BLT, Begini Kata Penasihat Ekonomi Prabowo
Presiden Prabowo Subianto pun telah setuju untuk bertemu dengan para pengembang sistem ini dalam beberapa pekan ke depan, setelah platform mulai beroperasi.
“Sistem ini sudah mulai terbentuk, jadi ingat sekali lagi, sistem ini bukan sistem baru, ini semua anak Indonesia dan tidak seperti e-KTP yang mau tender sekian triliun, enggak ada itu,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More