Harga Batubara Melambung, Beban PLN Rawan Membengkak
Jakarta — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pihaknya di pemerintahan terus mengawasi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT PLN (Persero) guna menghindari indikasi beban keuangan yang dikhawatirkan gagal bayar.
Dirinya juga mengaku akan terus berkoordinasi antarkementerian guna mengawasi kinerja keuangan PLN dalam waktu mendatang yang diprioritaskan untuk membangun 35.000 Megawatt (MW) pada tahun 2025.
“Tugas dari Kemkeu melakukan pemantauan tehadap prioritas yang disampaikan Presiden, tapi tetap menjaga resiko agar tetap terkendali kami adalah kami koordinasi secara langsung bersama Kementrian ESDM, Kementerian BUMN dan Dirut PLN dalam rangka mendukung PLN 35.000 MW,” pada Konferensi Pers KSSK di Kantor Direktorat Jendral Pajak (DJP), Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017.
Dirinya menambahkan, bahwa pihaknya di Kementerian Keuangan akan terus berkoordinasi dengan lintas kementerian. Termasuk dengan Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN. Pasalnya utang PLN dapat berdampak pada beban keuangan negara jika tidak dipantau dan lakukan perbaikan secara berkala.
“Kami akan terus pantau kas negara dan bekerja sama dengan Menteri ESDM dan Menteri BUMN meyakinkan bahwa PLN bisa membayar utang kembali bisa dijaga secara baik,” tukas Sri Mulyani. (*)
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More