Jakarta – Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan, pemerintah telah berupaya untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) agar dapat tetap survive di masa pandemi. Salah satunya adalah dengan memberikan Bantuan Insentif Pemerintah (BIP).
Ia menuturkan, bantuan ini merupakan program tahunan sejak 2017 yang memang ditujukan kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Jumlah BIP untuk 2021 tercatat mencapai Rp60 miliar, naik pesat dibandingkan tahun lalu.
“Terdapat peningkatan anggaran BIP menjadi Rp60 miliar, 3 kali lipat dibandingkan 2020. Sasarannya tentu 7 sektor ekonomi kreatif, yaitu aplikasi, game developer, kriya, fashion, kuliner, film, dan pariwisata,” jelas Airlangga pada sambutannya, Senin, 27 September 2021.
Tidak hanya itu, pemerintah juga telah menggelontorkan Dana Hibah untuk membantu para pelaku Parekraf yang saat ini tengah tertekan akibat pandemi. Airlangga mencatat Rp3,3 triliun Dana Hibah sudah diberikan. Program ini merupakan salah satu bagian dari Program Pemulihan Ekonomi (PEN) nasional.
“Hibah pariwisata yang digelontorkan tahun lalu sebesar Rp3 triliun, tahun ini ditingkatkan menjadi Rp3,75 triliun dan ini merupakan bagian dari perlindungan sosial. Dana hibah ini tidak hanya bagi industri pariwisata dan restoran tetapi juga bisa digunakan bagi biro perjalanan wisata, pengelola destinasi, dan taman rekreasi,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, Dana Hibah diberikan dengan mekanisme transfer melalui Pemerintah Daerah yang nantinya akan disalurkan kepada pelaku-pelaku usaha. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban para pengusaha di tengah pandemi Covid-19. (*)
Editor: Rezkiana Np
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More