Nasional

Pemerintah Alokasikan Rp164,4 Triliun untuk Program Ketahanan Pangan

Jakarta – Pemerintah mengalokasikan Rp164,4 triliun untuk program ketahanan pangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

“Secara keseluruhan Rp164,4 triliun akan kita alokasikan di 2026 untuk penguatan ketahanan pangan nasional,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025), dinukil Sabtu, 16 Agustus 2025.

Selain itu, pemerintah mengalokasikan Rp22,7 triliun untuk Bulog melakukan tugasnya. Mantan Menteri Pertahanan ini juga meminta agar ketahanan energi diperkuat dengan meningkatkan produksi gas dan minyak.

“Perkuat ketahanan energi untuk kedaulatan bangsa, produksi minyak dan gas kita, kita tingkatkan,” ujar dia menegaskan.

Baca juga : Prabowo Minta BUMN Sumbang USD50 Miliar Agar APBN Tak Defisit

Prabowo meminta Indonesia dapat menjaga harga energi dan mempelopori transisi energi bersih.

“Harga energi kita jaga, dan transisi menuju energi bersih kita percepat,” kata Prabowo.

“Subsidi energi harus adil dan tepat sasaran, bukan lagi dinikmati oleh mereka yang mampu,” tambahnya.

Sementara untuk sektor pendidikan Prabowo menilai jumlah tersebut yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Pasalnya, pendidikan merupakan instrumen penting untuk memberantas kemiskinan.

“Kita wujudkan pendidikan bermutu untuk SDM unggul yang berdaya saing global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo meminta agar anggaran pendidikan tepat sasaran. Anggaran itu akan dialokasikan untuk peningkatan kualitas guru, memperkuat pendidikan vokasi, serta menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.

Baca juga : Prabowo Hapus Tantiem Komisaris-Direksi BUMN: Kalau Keberatan, Berhenti!

“Pemerintah siapkan beasiswa untuk siswa dan mahasiswa. KIP untuk 1,2 juta mahasiwa dan peningkatan fasilitas sekolah kampus alokasinya sebesar Rp 150,1 triliun,” kata Prabowo.

“Untuk gaji guru, penguatan kompetensi, dan kesejahteraan guru/dosen alokasinya Rp 178,7 triliun,” ia menambahkan.

Selain itu, tunjangan profesi guru non-PNS dan ASN daerah akan disiapkan secara memadai pada anggaran pendidikan 2026.

Prabowo juga mengatakan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda dan Garuda Transformasi akan diperkuat sebagai jembatan pembangkit harapan bagi anak-anak miskin dalam meraih pendidikan terbaik. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen

Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More

13 mins ago

Aditya Jayaantara Pejabat OJK yang Tidak Jadi Mundur, tapi Dimutasi

Poin Penting Isu pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencuat, namun Aditya Jayaantara dipastikan… Read More

45 mins ago

Purbaya Soroti NPL KUR 10 Persen, Kaji Pengambilalihan PNM untuk Efisiensi UMKM

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More

51 mins ago

44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga

Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah 0,26 Persen ke Posisi 8.374

Poin Penting IHSG sesi I 24 Februari 2026 ditutup melemah 0,26% ke posisi 8.374,66, dari… Read More

2 hours ago

Utang Luar Negeri Perbankan Turun Tipis ke USD31,75 Miliar pada Desember 2025

Poin Penting Utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada Desember 2025 tercatat USD31,75 miliar, turun… Read More

2 hours ago