COVID-19 Update

Pemerintah akan Lakukan Pembatasan Perjalanan Dari India

Jakarta – Pemerintah akan melakukan pembatasan terhadap semua jenis transportasi baik udara maupun laut yang berasal dari negara India. Hal ini dilakukan mengingat terjadinya lonjakan kasus covid-19 yang tengah terjadi di India.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat Media Gathering KPC-PEN secara virtual. Dirinya juga menyatakan, pembatasan ini dilakukan menyusul berbagai negara yang juga sudah melakukan kebijakan serupa demi mencegah terjadinya lonjakan kasus covid-19.

“Pemerintah dari waktu ke waktu terus mencermati perkembangan covid-19, termasuk dari India dan hari ini beberapa negara sudah melakukan larangan atau restriksi masuk bagi pejalan dari India seperti Hong Kong, Selandia Baru, Pakistan, Arab Saudi, Inggris dan beberapa negara yang juga lakukan pengetatan adalah Singapura dan Kanada,” kata Airlangga melalui video conference di Jakarta, Jumat 23 April 2021.

Berdasarkan pengetatan tersebut, lanjut Airlangga, pemerintah juga memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi wilayah India dalam kurun waktu 14 hari.

Sedangkan bagi WNI yang akan kembali ke Indonesia, dan pernah tinggal atau mengunjungi wilayah India, dalam kurun 14 hari tetap diizinkan masuk dengan protokol kesehatan yang diperketat.

“Titik kedatangan yang akan dibuka adalah untuk bandar udara di Soekarno Hatta, Duanda, Kuala Namu dan Sam Ratulangi. Untuk pelabuhan laut ada di Batam, Tanjung Pinang dan Dumai. Sedangkan batas darat Entikong, Nunukan dan Malinau ini terkait dengan kepulangan WNI dari Malaysia,” jelas Airlangga.

Airlangga juga menegaskan, untuk WNI yang datang dari India tersebut, wajib dilakukan karantina sebanyak 14 hari. Karantina akan dilakukan di hotel khusus berbeda, kemudian harus lulus hasil PCR minimum 2×24 jam sebelum keberangkatan dan hari pertama kedatangan serra hari ke-13 selama karantina akan dilakukan PCR.

Menurut Airlangga, beberapa hal yang harus menjadi catatan terkait kasus lonjakan covid-19 di India ialah kasus aktif yang dilaporkan mencapau 15 juta dengan kasus kematian dan kasus baru yang mencapai 300 ribu per hari nya. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

2 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

3 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

3 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

3 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

6 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

10 hours ago