News Update

Pemegang Saham BEI, Tunjuk Dua Komisaris Baru

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyepakati pengangkatan dua komisaris baru, seiring dua bangku komisaris sebelumnya telah habis masa jabatannya.

Dua nama komisaris yang habis masa‎ baktinya, yaitu Robinson Simbolon dan Hari Purwantono. Keduanya digantikan oleh John A. Prasetyo dan Inarno Djajadi.

“Pemegang saham dalam RUPST BEI mengangkat nama-nama calon anggota Dewan Komisaris yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan surat nomor: S-309/D.04/2017 perihal penyampaian daftar calon anggota Dewan Komisaris BEI masa jabatan 2017-2020,” ungkap Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu, 21 Juni 2017.

Menurut Tito, pada acara RUPST bursa di tahun ini telah dihadiri oleh 103 pemegang saham, atau setara 98,10 persen dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara.

Setelah ada pengangkatan dua nama baru, maka susunan Dewan Komisaris BEI yang baru, terdiri dari John A Prasetyo (Komisaris Utama), Inarno Djajadi, Garibaldi Thohir, Hendra H.Kustarjo, dan Lydia Trivelly Azhar.

Selain mengangkat dua Komisaris baru, pemegang saham bursa juga menyetujui laporan tahunan termasuk laporan tugas pengawasan Dewan komisaris perseroan dan pengesahan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2016.

Kemudian, pemegang saham juga menyetujui penunjukan akuntan publik perseroan untuk tahun buku 2017, penetapan honorarium bagi anggota Dewan komisaris perseroan masa bakti 2017-2020.

“Dan juga pemberian uang jasa pengabdian bagi anggota Dewan komisaris perseroan yang berakhir masa baktinya,” pungkas Tito. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

8 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

9 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

10 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

10 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

10 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

10 hours ago