Jakarta – Presiden Direktur PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, Djaja Suryanto
Sutandar menyampaikan perseroan telah melakukan beberapa inovasi dan inisiatif
dalam rangka perbaikan kinerja perseroan di tengah pandemi Covid 19, salah satunya dengan merealisasikan proses digitalisasi akuisisi dan channel payment.
Dengan begitu, perusahaan berhasil membukukan peningkatan total penyaluran pembiayaan sebesar 69% atau mencapai Rp3,0 triliun di Kuartal III 2021. Sementata di periode yang sama tahun sebelumnya hanya sebesar Rp1,8 triliun.
Selain itu lanjutnya, perusahaan juga telah menjalankan sentralisasi proses operasional dan kredit serta optimalisasi produktivitas dan efektivitas tenaga marketing dan penagihan. Untuk pengembangan produk, pada Agustus lalu perseroan telah meluncurkan produk baru
pembiayaan logam mulia bernama MasKu.
“Keberhasilan perusahaan dalam menjalankan keseluruhan strategi ditengah masa sulit Pandemi Covid 19 memberikan dampak yang positif bagi pencapaian kinerja Perusahaan,” ungkap Djaja.
Direktur Perseroan, Zacharia Susantadiredja menambahkan Perseroan mencatatkan laba bersih selama sembilan bulan pertama 2021 sebesar Rp76 miliar. Laba bersih ini meningkat 34% dibandingkan pada periode September 2020 yang mencapai Rp56 miliar.
“Peningkatan Laba Bersih ini didorong atas perbaikan kualitas portofolio yang
signifikan, pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang sehat dan konsistensi atas efisiensi biaya dana dan operasional Perseroan,” jelasnya.
Disisi lain total Ekuitas mengalami peningkatan 8% menjadi Rp 1,3 triliun, Return on Asset (ROA) 2.7% dengan Return on Equity (ROE) 8,1%, meningkat masing-masing dari 1,5% dan 6,1% dibandingkan September 2020. Sedangkan Non Performing Financing/NPF – Nett 0,9%, turun 1,9% dibandingkan September 2020. (*)
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More