Keuangan

Pembiayaan SMI Diklaim Sumbang 0,5 Persen Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Poin Penting

  • PT SMI berkontribusi sekitar 0,5 persen terhadap pertumbuhan PDB nasional melalui pembiayaan proyek infrastruktur senilai Rp254,27 triliun.
  • Proyek-proyek yang dibiayai SMI memiliki multiplier effect rata-rata 2,36, lebih tinggi dari rata-rata nasional 1,62—terutama pada sektor energi dan ketenagalistrikan.
  • Pembiayaan SMI turut menyerap 10,7 juta tenaga kerja serta mendukung pembangunan 4.521 km jalan dan tol, 7,9 GW ketenagalistrikan, 218 juta m³ irigasi, dan 14.208 m² kawasan industri.

Humbang Hasundutan – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mengklaim telah berkontribusi 0,5 persen pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) nasional lewat akumulasi komitmen pembiayaan Rp254,27 triliun ke sejumlah sektor infrastruktur di Tanah Air.

“Dari akumulasi proyek yang telah dibiayai, kami ikut berpartisipasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional hingga Rp1.135 triliun atau dampaknya sekitar 0,5 persen (terhadap PBD nasional),” jelas Reynaldi Hermansjah, Direktur Utama PT SMI dalam acara Media Gathering PT SMI 2025 di Coffee Hotel Akasi Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Senin, 10 November 2025.

“Kalau secara angka sepertinya kecil ya 0,5 persen. Tapi dampak dari satu perseroan terhadap PDB negara, kontribusi kami cukup signifikan,” tambahnya.

Baca juga: Dukung Asta Cita, SMI Gelontorkan Rp120,5 Triliun untuk Biayai 120 PSN

Menurut studi internal SMI, kata Reynaldi, rata-rata multiplier effect nasional dari proyek infrastruktur mencapai 1,62, sedangkan proyek-proyek yang dibiayai SMI mampu mencatat efek berganda lebih tinggi hingga 2,36, khususnya pada sektor energi dan ketenagalistrikan.

“Kami upayakan, proyek-proyek yang kami biayai memberikan multiplier effect di atas rata-rata nasional. Di situlah peran kami untuk bisa mendorong pembangunan infrastruktur berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dan menjalankan peran sebagai fiscal tools pemerintah,” jelasnya.

Baca juga: Komitmen Pembiayaan SMI ke Pemda Tembus Rp36,16 Triliun per September 2025

Pembiayaan dan Nilai Proyek yang Dibiayai SMI

Jika diakumulasi dari periode 2009 hingga 2024, SMI mencatat komitmen pembiayaan mencapai Rp254,27 triliun dengan nilai proyek yang dibiayai sebesar Rp1.149 trilun.

Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi 0,5 persen, multiplier effect pembiayaan proyek tersebut mampu menyerap 10,7 juta tenaga kerja.

Adapun proyek yang berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan ekonomi nasional adalah pembangunan jalan dan jalan tol sepanjang 4.521 kilometer.

Kemudian, proyek ketenagalistrikan 7,9 gigawat, irigasi seluas 218 juta meter kubik, kawasan industri 14.208 meter persegi hingga transportasi. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

10 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

10 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

11 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

11 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

11 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

13 hours ago