panin dubai syariah
Jakarta–Penyaluran pembiayaan Panin Dubai Syariah Bank tembus Rp5,9 triliun sampai September 2016. Menurut direksi perusahaan, pencapaian tersebut karena perusahaan banyak menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor yang didukung oleh pemerintah.
Deny Hendrawati, Direktur Utama perusahaan, mengatakan, penyaluran pembiayaan yang dilakukan perusahaan memang baru menunjukan geliatnya pada semester kedua tahun ini. Pasalnya, perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun 2015 masih memberikan pengaruh terhadap kinerja yang dilakukan pada semester pertama tahun 2016.
Dia melanjutkan, saat ini, perusahaan banyak melakukan pembiayaan yang mendapat dukungan dari pemerintah, seperti pembiayaan infrastruktur dan turunannya. Memang porsinya belum besar namun hal ini masih akan berlanjut sampai tahun depan.
(Baca juga : Panin Dubai Syariah Siapkan Rights Issue Rp1 Trilliun)
“Kami masuk ke pembiayaan infrastruktur dan turunannya. Seperti pembiayaan jalan tol, jembatan, dan yang lainnya. Kami juga masuk ke turunannya seperti pembiayaan untuk semen. Kami juga masuk ke pembiayaan perumahan,” sambungnya.
Selain masuk ke pembiayaan infrastruktur, perusahaan juga melakukan pembiayaan kendaraan bermotor. Banyaknya penyaluran pembiayaan tersebut, membuat Deny optimistis, target pembiayaan sepanjang tahun ini sebesar Rp6,3 triliun sampai Rp6,4 triliun akan tercapai. (*) Indra Haryono
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More