Keuangan

Pembiayaan Mutifinance Oktober 2025 Capai Rp505,30 Triliun, Cuma Tumbuh 0,68 Persen

Poin Penting

  • Piutang multifinance per Oktober 2025 mencapai Rp505,30 triliun, hanya tumbuh 0,68 persen yoy, dengan dorongan utama dari pembiayaan modal kerja yang naik 9,28 persen yoy.
  • Profil risiko industri pembiayaan tetap terjaga, tercermin dari NPF gross 2,47 persen, NPF net 0,83 persen, serta gearing ratio 2,15 kali, jauh di bawah batas maksimal 10 kali.
  • Industri terkait menunjukkan tren beragam: modal ventura terkontraksi 0,10 persen yoy, sementara pindar tumbuh 23,86 persen dan pergadaian melonjak 38,89 persen yoy.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan atau multifinance per Oktober 2025 mencapai Rp505,30 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman menjelaskan realisasi pembiayaan tersebut hanya naik 0,68 persen year-on-year (yoy).

“Hal ini didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 9,28 persen yoy,” kata Agusman dalam Konferensi Pers RDKB di Jakarta, 11 Desember 2025.

Baca juga: Tumbuh Signifikan, Pembiayaan Produktif Pindar Tembus Rp31,37 T per September 2025

Lebih jauh Agusman menjelaskan, profil risiko perusahaan pembiayaan juga tetap terjaga dengan rasio non-performing financing atau NPF gross di level 2,47 persen dan NPF net 0,83 persen.

Gearing rasio tercatat 2,15 kali atau berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali,” imbuhnya.

Sementara itu, pembiayaan modal ventura pada Oktober 2025 terkontraksi 0,10 persen yoy dengan nilai pembiayaan sebesar Rp16,30 triliun. 

Sedangkan, pada industri pinjaman daring atau pindar, outstanding pembiayaan pada Oktober 2025 tumbuh 23,86 persen yoy dengan nilai nominal sebesar Rp92,92 triliun. 

Sedangkan industri pergadaian penyaluran pembiayaan pada Oktober 2025 juga mengalami pertumbuhan sebesar 38,89 persen yoy menjadi Rp120,45 triliun dengan tingkat risiko kredit yang terjaga. 

“Pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai sebesar Rp98,74 triliun atau 81,99 persen dari total pembiayaan yang disalurkan,” ujar Agusman.

Baca juga: OJK Berikan Relaksasi Kredit untuk Debitur Terdampak Bencana Sumatra

Sementara terkait dengan bencana di beberapa wilayah di Sumatra, OJK telah mengambil kebijakan pemberian kemudahan dan relaksasi bagi industri dan debitur yang terdampak.

Laporan bulanan periode November 2025 untuk perusahaan pergadaian dan perusahaan modal ventura yang jatuh pada 10 Desember 2025 diundur menjadi 24 Desember 2025. 

Sedangkan untuk laporan tahunan rencana bisnis perusahaan pergadaian dan perusahaan modal ventura yang jatuh pada 30 November 2025 juga diundur menjadi 31 Desember 2025. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Kembali Gelar Pertemuan dengan Lender Dana Syariah Indonesia, Ini Hasilnya

Poin Penting OJK menggelar pertemuan kedua dengan lender DSI untuk membahas pengembalian dana yang tertunda… Read More

14 hours ago

Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Transaksi Sertifikasi Halal Online

Poin Penting Transaksi sertifikasi halal online melalui Bank Muamalat meningkat lebih dari 50% YoY, dengan… Read More

14 hours ago

Insiden Kapal Labuan Bajo, DPR Soroti Lemahnya Pengawasan dan Mitigasi Cuaca

Poin Penting DPR soroti lemahnya pengawasan kapal wisata Labuan Bajo; status laik laut administratif tidak… Read More

15 hours ago

Menkop Ferry Luncurkan 10 Gerai Obat Kopdes Merah Putih Lewat Kemitraan BUMN dan Swasta

Poin Penting Menkop Ferry Juliantono meresmikan 10 gerai percontohan Obat Kopdeskel Merah Putih untuk meningkatkan… Read More

16 hours ago

Profil Dirut Baru Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dan Rekam Jejak Kariernya

Poin Penting Muhammad Awaluddin ditetapkan sebagai Direktur Utama Jasa Raharja melalui RUPSLB pada 31 Desember… Read More

18 hours ago

Harga BBM di Pertamina, Shell, BP, Vivo Kompak Turun per 1 Januari 2026, Ini Rinciannya

Poin Penting Harga BBM non-subsidi turun serentak di Pertamina, Shell, BP, dan Vivo mulai 1… Read More

19 hours ago