Keuangan

Pembiayaan Mobil Listrik BCA Syariah Tumbuh 33 Persen Selama 2024

Jakarta – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatat pertumbuhan pembiayaan kredit kendaraan bermotor (KKB) iB untuk electric vehicle (EV) alis mobil listrik cukup solid.

Tercatat, di sepanjang 2024, terjadi kenaikan pertumbuhan pembiayaan sebesar 33 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Adapun pembiayaan non EV, naik 23 persen yoy.

“Pembiayaan EV lebih tinggi growth-nya dari pembiayaan non EV. Jadi, ada selisih 10 persen ya,” kata Bukit Mas Siahaan, Kepala Satuan Kerja Bisnis Retail dan Konsumer BCA Syariah, dalam acara Mini Studio: Akselerasi Inklusi Keuangan Melalui Pembiayaan Konsumer Syariah Berkelanjutan, di ICE BSD, Tangerang, Minggu, 23 Februari 2025.

Baca juga : Alasan Pentingnya Punya Asuransi Mobil Listrik

Menurutnya, lonjakan pembiayan EV sejalan dengan peningkatan penjualan kendaran listrik di dunia, termasuk di Tanah Air.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan whole sales (pabrik ke dealer) mobil listrik nasional mencapai 23.045 unit pada Januari-Agustus 2024.

Hasil ini lebih tinggi 177,32 persen yoy dibanding whole sales mobil listrik nasional pada periode yang sama tahun 2023 lalu yang sebanyak 8.310 unit. 

Baca juga : Mobil Listrik Bisa Diasuransikan? t drive by Tugu Insurance Jawabannya

Mobil listrik kini berkontribusi 4,11 persen terhadap total penjualan whole sales mobil nasional yang berjumlah 560.619 unit hingga Agustus 2024.

“Kalau kita lihat ya dari 2021 hanya ada 673 unit, kemudian di 2022 itu naik signifikan jadi 10.168 unit dan di 2024 lalu mencapai 43.193 unit. Jadi, ini kelihatan ya kenaikannya luar biasa,” terangnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan penjualan mobil listrik nasional sangat terbantu oleh kebijakan pemerintah seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) satu persen maupun pembebasan bea masuk dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) impor completely built up (CBU).

“Kemudian pemerintah saat ini sudah memulai infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang sudah ada di mana-mana. Dukungan pemerintah sangat besar sekali,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

44 mins ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

1 hour ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

2 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

6 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

15 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

15 hours ago