Lebih lanjut dirinya berharap produk ini bisa berkontribusi positif terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer. Sebagai informasi pertumbuhan pembiayaan BSM OTO cukup baik. Sejak relaunching pada awal 2017, hingga Juni 2017 pembiayaan BSM OTO mencapai Rp33,42 miliar.
Niken menjelaskan bahwa perseroan telah memperbaiki layanan pembiayaan BSM OTO dengan kecepatan proses sesuai Service Level Agreement (SLA). “Proses pembiayaan BSM OTO kini bisa sama cepat dengan di multifinance,” kata dia.
Baca juga: BSM Siapkan 25 Juta Riyal Bagi Jamaah Haji
Proses yang lebih cepat tersebut didukung oleh sistem yang disinergikan dengan sistem company MTF. Pada awalnya layanan baru itu dilakukan di sekitar Jabodetabek. Namun kini telah menjangkau Surabaya, Bandung, Lampung, Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Makassar.
Selain itu, BSM OTO juga diharapkan dapat meningkatkan market share pembiayaan syariah yang masih sangat terbatas. “Dengan SLA yang baru ini, kami dapat melayani nasabah dengan lebih baik dan dapat terus melakukan perluasan jaringan agar dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” tutup Niken. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Presiden Prabowo bertemu tokoh dan ormas Islam di Istana untuk berdiskusi dan menampung… Read More
Poin Penting Pemerintah menanggapi peringatan MSCI dengan berkomitmen meningkatkan transparansi pasar modal, termasuk terkait porsi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122,59 pada perdagangan 3 Februari 2026.… Read More
Jakarta - Jalan terjal yang dilalui bank-bank KBMI 2 belakangan ini kelihatannya terasa makin berat.… Read More
Poin Penting Platform emas digital JWR runtuh dan membekukan dana investor hingga puluhan triliun rupiah… Read More
Poin Penting Survei Jobstreet by Seek menunjukkan 82 persen pekerja Indonesia merasa bahagia atau sangat… Read More