Keuangan

Pembiayaan Grup Modalku Naik 71% di Semester I-2022

 

Jakarta – Platform pendanaan digital, Grup Modalku telah menyalurkan pinjaman Rp7,2 triliun sepanjang semester I-2022. Jumlahnya mengalami pertumbuhan 71,42% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,2 triliun. Sejak berdiri pada 2015, Modalku atau yang juga dikenal dengan Funding Societies telah menyalurkan Rp36,56 triliun kepada lebih dari 5,1 juta pinjaman UMKM di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam.

Di Indonesia, penyaluran pendanaan Modalku telah didistribusikan ke berbagai industri UMKM. Hingga semester I-2022, industri UMKM yang paling banyak didanai oleh Modalku didominasi oleh sektor perdagangan, baik grosir dan eceran, termasuk pengusaha online ebesar 58%. Kemudian diikuti dengan sektor jasa, termasuk industri pengolahan, konstruksi, serta pengangkutan dan pergudangan sebesar 41%  sedangkan sektor kehutanan dan perikanan sebesar 1%.

Area penyaluran dana Modalku tidak hanya berfokus di Pulau Jawa, namun juga ke luar Pulau Jawa. Beberapa area di luar Pulau Jawa yang paling banyak didanai oleh Modalku antara lain Riau, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Bali.

Hingga saat ini, lebih dari 230 ribu pendana, baik individu maupun institusi telah terdaftar di Grup Modalku dan Indonesia memiliki jumlah pendana terdaftar sebesar lebih dari 63% dibandingkan dengan total pendana Grup Modalku.

Jumlah akun pendana Modalku hingga saat ini masih didominasi oleh pendana individu dibanding pendana institusi. Pendana bisa mendapatkan tingkat bunga hingga 17% per tahunnya tergantung dengan pinjaman yang didanai dan toleransi risiko masing-masing pendana. Pada semester I-2022, komposisi pendana generasi milenial lebih mendominasi dengan persentase sebesar 53%.

“Tahun 2022 menjadi tahun yang berkesan bagi Modalku. Di tengah situasi bisnis yang menantang, kami tetap konsisten untuk terus bertumbuh dan menjadi solusi untuk kebutuhan UMKM. Hal ini dibuktikan dengan berbagai pencapaian serta inisiatif yang kami lakukan. Seperti menerima pendanaan Seri C+, melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, serta memperluas jangkauan ke lebih banyak industri UMKM dengan melakukan ekspansi,” Iwan Kurniawan, Co-founder & COO Modalku melalui keterangan resmi, dikutip Rabu 27 Juli 2022.

Selain mendapatkan pendanaan Seri C+, selama semester I-2022 Grup Modalku melakukan berbagai inisiatif, yaitu melakukan co-investment dengan Bank Index, melakukan kerja sama dengan berbagai pihak seperti Bank DBS dan Linkz Asia, serta mengakuisisi CardUp sebagai langkah ekspansi layanan payments.

Tidak hanya itu, baru-baru ini Grup Modalku melebarkan sayapnya dengan melakukan ekspansi di Asia Tenggara ke Vietnam dan Makassar sebagai kota pertama di luar Jawa. Pencapaian ini merupakan bentuk kontribusi Grup Modalku untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada UMKM di Asia Tenggara dan Indonesia khususnya.

“Setelah melakukan berbagai macam inisiatif dan memperoleh pendanaan pada semester satu tahun 2022, kami tetap berusaha untuk bijak dalam mengatur seluruh alokasi pengeluaran perusahaan, termasuk pengeluaran operasional. Tidak hanya itu, kami juga selalu mengembangkan fundamental dan bisnis, salah satunya melalui penguatan di bidang teknologi agar dapat memberikan kepuasan terhadap pengalaman pengguna,” ucap Iwan Kurniawan. (*) Dicky F.

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

22 mins ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

4 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

13 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

14 hours ago

UMP 2026 Tuai Pro Kontra, Kadin Tekankan Pentingnya Jaga Daya Saing Indonesia

Poin Penting Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menilai penetapan UMP 2026 memiliki pro dan… Read More

14 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

14 hours ago