Perbankan

Pembiayaan BSI Tumbuh 14,32 Persen Jadi Rp323 Triliun di Februari 2026

Poin Penting

  • Pembiayaan BSI naik 14,32 persen yoy menjadi Rp323 triliun, didorong segmen konsumer (khususnya emas) serta pembiayaan ritel & UMKM Rp52,43 triliun (+6,10 persen yoy)
  • Laba BSI mencapai Rp1,36 triliun (+17 persen yoy), sementara fee based income naik 30 persen yoy menjadi Rp1,47 triliun, ditopang lonjakan bisnis bank emas (+136,55 persen)
  • DPK BSI tumbuh 14,76 persen yoy menjadi Rp366 triliun, tabungan naik 16,06 persen yoy; likuiditas sehat dengan FDR 88,20 persen dan fee based ratio meningkat ke 24,59 persen.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatatkan kinerja keuangan yang solid di awal tahun 2026. Ini tercermin dari realisasi pembiayaan periode Februari 2026 yang tumbuh 14,32 persen menjadi Rp323 triliun secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Kontribusi terbesar dari keseluruhan pembiayaan itu berasal dari segmen konsumer, khususnya bisnis emas. Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kontribusi pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun naik 6,10 persen yoy.

Pertumbuhan pembiayaan juga ditopang dari strategi Perseroan dalam memperkuat diferensiasi melalui bisnis bulion bank yang menjadi salah satu keunggulan BSI.

Baca juga: BSI Catat Laba Rp1,36 Triliun per Februari 2026, Ditopang Bisnis Emas dan Digital

“Kinerja ini turut diperkuat oleh peningkatan kelolaan emas yang telah mencapai sekitar 22,5 ton serta basis nasabah yang terus berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir,” tulis manajemen BSI dalam keterangan resmi di Jakarta, 26 Maret 2026.

Tentunya dengan capaian tersebut BSI juga berhasil mencatat laba sebesar Rp1,36 triliun atau tumbuh sekitar 17 persen yoy, melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, pendapatan berbasis komisi (fee based income) meningkat menjadi Rp1,47 triliun atau tumbuh 30 persen yoy. Kontributor utama pertumbuhan FBI berasal dari layanan bank emas yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 136,55 persen menjadi Rp463 miliar.

Dari sisi funding, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76 persen yoy menjadi Rp366 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06 persen yoy menjadi Rp154 triliun, yang mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.

Baca juga: Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Sementara likuiditas perseroan tetap terjaga dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) di level 88,20 persen.

Kontribusi fee based income terhadap total pendapatan juga semakin meningkat, tercermin dari kenaikan fee based ratio menjadi 24,59 persen secara tahunan. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Harapan AFTECH untuk Formasi Baru Anggota Dewan Komisioner OJK

Poin Penting AFTECH berharap formasi baru Dewan Komisioner OJK dapat memperkuat kebijakan dan pengawasan industri… Read More

33 mins ago

Lebih dari 96 Ribu Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan, KPK Minta Segera Setor LHKPN

Poin Penting KPK mencatat 67,98% penyelenggara negara telah melaporkan LHKPN 2025 hingga 11 Maret 2026… Read More

41 mins ago

Gubernur Babel Perintahkan ASN Bersepeda demi Hemat BBM

Poin Penting Gubernur Babel mewajibkan ASN menggunakan sepeda atau kendaraan roda dua untuk menekan konsumsi… Read More

1 hour ago

Komisi X DPR Minta Wacana PJJ untuk Hemat Energi Dikaji Mendalam

Poin Penting DPR meminta wacana belajar dari rumah untuk efisiensi energi dikaji hati-hati, karena berpotensi… Read More

1 hour ago

BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

Poin Penting PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan KPR subsidi Rp16,79 triliun kepada 122.838… Read More

1 hour ago

Pelni Catat Penumpang Arus Balik Capai 67,5 Persen per 26 Maret 2026

Poin Penting Pelni mencatat penumpang arus balik mencapai 225.898 orang atau 67,5 persen hingga 26… Read More

2 hours ago