Poin Penting
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI mencatat pertumbuhan pembiayaan kepemilikan rumah, BSI Griya. Per September 2025, produk ini tumbuh 7,22 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dengan outstanding mencapai Rp 59,49 triliun.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta mengatakan, segmen konsumer khususnya griya menjadi segmen yang terus dibidik perseroan.
“Perumahan menjadi salah satu sektor yang menjadi prioritas program pemerintah terutama menyediakan perumahan selain tentu saja mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Bob, dalam keterangannya, dikutip Senin, 24 November 2025.
Bob menjelaskan bahwa kebutuhan rumah di Indonesia terus meningkat. Di BSI, terdapat tren positif dengan rerata booking Rp1 triliun per bulan, didominasi pembelian rumah pertama senilai Rp500 juta hingga Rp2 miliar, take over, renovasi, maupun kebutuhan lainnya.
Baca juga: BSI Dukung Transformasi Digital Muhammadiyah Lewat Aplikasi MASA
Menurut dia, hal itu menjadi sinyal positif bahwa sektor perumahan masih diminati masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Sejalan dengan permintaan yang terus meningkat, BSI semakin menggiatkan ekspansi pembiayaan kepemilikan rumah sesuai segmen dan profil nasabah, baik pegawai maupun wirausaha.
Pertumbuhan pembiayaan tersebut dibarengi dengan kualitas yang tetap sehat, dengan NPF gross berada di kisaran 2 persen.
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan rumah layak tinggal dengan skema syariah dan tarif kompetitif, BSI menggandeng berbagai institusi pemerintahan.
Salah satunya, dengan Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) melakukan komitmen penandatangan kerjasama fasilitas pembiayaan griya dan layanan perbankan syariah lainnya.
Baca juga: Izin Lengkap! BSI Kini Punya Layanan Simpanan dan Perdagangan Emas dari OJK
Bob menegaskan bahwa penyediaan rumah layak huni merupakan bagian dari nilai maqashid syariah.
Karena itu, BSI berperan sebagai mitra strategis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah sebagai kebutuhan pokok sekaligus investasi jangka panjang.
BSI juga menyasar segmen gen Z dan anak muda melalui produk BSI Griya dengan tenor hingga 30 tahun.
Langkah ini diharapkan mampu menggarap pangsa pasar lebih luas melalui pembiayaan medium size yang bersifat masif.
Selain itu, BSI terus menyediakan alternatif pilihan dengan bekerja sama bersama developer terpercaya yang menawarkan lokasi strategis, kualitas rumah baik, dan harga kompetitif. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More
Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More
Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More
Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More