Perbankan

Pembiayaan Berkelanjutan BNI Tembus Rp197 Triliun di 2025

Poin Penting

  • Portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI pada 2025 mencapai Rp197 triliun atau 22 persen dari total kredit perseroan.
  • Keberlanjutan menjadi fondasi strategi bisnis BNI, tercermin dari penerapan ESG, TJSL, serta komitmen memperluas pembiayaan sektor prioritas hijau untuk menciptakan nilai jangka panjang
  • Penguatan komitmen hijau melalui instrumen keuangan berkelanjutan, antara lain penerbitan Sustainability Bond dan Green Bond masing-masing Rp5 triliun.

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan di tahun 2025 mencapai Rp197 triliun atau setara 22 persen dari total kredit.

Direktur Risk Management BNI David Pirzada menyampaikan, pembiayaan tersebut disalurkan ke berbagai sektor, antara lain energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan penggunaan lahan, pengelolaan air dan limbah, serta segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ke depan, BNI akan terus memperluas pembiayaan pada sektor-sektor prioritas hijau, termasuk energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi fondasi strategi bisnis BNI dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar David dikutip 3 Februari 2026.

Baca juga: BNI Perluas Pemanfaatan AI, Perkuat Operasional hingga Keamanan Data

David melanjutkan, inisiatif keuangan berkelanjutan, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi jangka panjang BNI.

“Komitmen tersebut tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 dengan peringkat idAAA. Framework Sustainability Bond BNI juga telah memperoleh Second Party Opinion (SPO) dari Sustainalytics dengan hasil credible and impactful,” jelasnya.

Selain itu, kata David, sebagai bentuk dukungan terhadap target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission 2060, BNI juga memperkuat komitmen keberlanjutan melalui penerbitan Green Bond senilai Rp5 triliun yang dialokasikan untuk mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial.

“Ada juga penyaluran Sustainability Linked Loan (SLL) kepada perusahaan yang telah menunjukkan peningkatan kinerja keberlanjutan,” tambahnya.

Baca juga: Perkuat Industri Kelistrikan, BNI-Siemens Indonesia Sepakati Pembiayaan Rp300 Miliar

Selain pembiayaan, BNI juga meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit sebagai panduan transisi bagi debitur, sekaligus menjadikan BNI sebagai bank pertama di Indonesia yang menyusun dan memperkenalkan playbook tersebut.

Sebagai pionir green banking dan agent of development, BNI mengintegrasikan prinsip keuangan berkelanjutan ke dalam nilai perusahaan, budaya kerja, strategi bisnis, dan kebijakan operasional, sekaligus berperan aktif dalam mendorong transisi hijau nasional melalui pemanfaatan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI). (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Tertarik Trading Menggunakan Leverage? Simak Strateginya Biar Nggak Boncos

Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More

6 hours ago

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

16 hours ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

22 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

1 day ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

1 day ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

1 day ago