News Update

Pembiayaan Baru Naik 9,3 Persen Menjadi Rp21,9 T, BFI Finance Raih Laba Rp1,58 T di 2025

Poin Penting

  • BFI Finance membukukan pembiayaan baru Rp21,9 triliun, naik 9,3 persen yoy, dengan piutang dikelola Rp26,3 triliun.
  • Laba bersih perseroan mencapai Rp1,58 triliun, sementara total pendapatan Rp6,7 triliun dan total aset Rp25,5 triliun.
  • Kualitas aset terjaga dengan NPL bruto 1,39 persen dan NPF net 0,22 persen, jauh di bawah rata-rata industri.

Jakarta – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) membukukan pembiayaan baru sebesar Rp21,9 triliun pada 2025. Angka itu tumbuh 9,3 persen year on year (yoy). Sedangkan piutang dikelola (managed receivables) tercatat naik 8,9 persen menjadi Rp26,3 triliun.

Pembiayaan BFI Finance didominasi pembiayaan produktif. Mulai dari segmen individu, UMKM, hingga bisnis skala besar. Per Desember 2025, komposisi piutang pembiayaan didominasi modal kerja dengan porsi 57,3 persen dan investasi sebesar 17,6 persen.

Selanjutnya, piutang pembiayaan yang disalurkan untuk tujuan multiguna tercatat memiliki porsi sebesar 22,0 persen dan pembiayaan berbasis syariah sebesar 3,1 persen.

Dari bisnis yang tumbuh positif itu, BFI Finance mengantongi total pendapatan Rp6,7 triliun, atau naik 6,5 persen secara tahunan. Perseroan pun menutup tahun buku 2025 dengan raihan laba bersih Rp1,58 triliun, tumbuh tipis 1,0 persen dari tahun sebelumnya.

Adapun total asetnya tercatat sebesar Rp25,5 triliun, atau mengembang 1,4 persen secara tahunan.

Baca juga: BFI Finance Mau Buyback Saham, Siapkan Dana Segini

Keberhasilan BFI Finance mencatatkan kinerja positif pada 2025 tidak lepas dari respons tepat perseroan terhadap dinamika pasar. Tahun 2025 menjadi periode menantang bagi industri pembiayaan. Perilaku masyarakat mengalami pergeseran di tengah pelemahan daya beli.

Menyikapi kondisi itu, BFI Finance menerapkan langkah-langkah pengelolaan bisnis yang berfokus pada penguatan kualitas portofolio dan ketahanan operasional, disertai penyesuaian strategi pada setiap lini produk.

Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengatakan, di tengah berbagai dinamika yang ada, perseroan mampu membuktikan resiliensi bisnis dengan permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang manageable.

“Tentunya ini semua berkat kemampuan dalam menerapkan prinsip agility yang diiringi dengan kerja keras seluruh tim, semangat berkolaborasi yang strategis, serta kepercayaan dari konsumen, investor, dan berbagai pemangku kepentingan terkait,” papar Sutadi dalam keterangan resmi, Jumat, 6 Maret 2026.

Baca juga: BFI Finance Perkuat Hubungan Konsumen Lewat Program GEMILANG

Strategi itu terbukti dari kualitas aset yang terjaga. Rasio non performing loan (NPL) BFI Finance terjaga di level 1,39 persen (bruto). Sedangkan NPF net hanya 0,22 persen. Angka itu jauh di bawah rerata industri pembiayaan yang berada di level 2,51 persen (bruto) dan 0,77 persen (net).

“Melalui pengelolaan manajemen risiko yang cermat untuk menjaga kualitas aset, BFI Finance mampu mempertahankan stabilitas kinerja sekaligus mempertahankan posisi keuangan yang solid sebagai fondasi untuk pertumbuhan di masa depan,” tambah Sutadi (*) Ari Astriawan

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Pertamina Imbau Masyarakat Tak Beli BBM Berlebihan Selama Ramadan dan Lebaran 2026

Poin Penting Pertamina mengimbau masyarakat tidak membeli BBM secara berlebihan karena stok energi selama Ramadan… Read More

11 mins ago

IHSG Sesi I Jumat (6/3) Ditutup Ambles 2,61 Persen, Sentuh Level 7.509

Poin Penting IHSG anjlok 2,61%, dengan indeks ditutup di level 7.509,10 pada sesi I perdagangan,… Read More

32 mins ago

Pegadaian Jamin Emas Digital Didukung Fisik, Siapkan Ekspansi ATM Emas

Poin Penting Pegadaian memastikan setiap saldo emas digital nasabah didukung emas fisik dengan rasio 1:1… Read More

44 mins ago

Bahaya Laten Free Float 15 Persen: Ketika Pasar Berbisik “Go Private”, Waspadalah Jika Bank Ikut Arus

Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA pasar modal Indonesia berguncang. Bahkan,… Read More

1 hour ago

Perempuan, Harapan, dan Proteksi Dini di Tengah Ancaman Risiko Penyakit

Poin Penting Perempuan menghadapi risiko tinggi penyakit kritis, terutama kanker payudara, yang sering terdeteksi pada… Read More

2 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (6/3): Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 naik tipis ke Rp3.080.000 per gram, sementara UBS juga naik… Read More

3 hours ago