Categories: Keuangan

Pembiayaan Andalan Finance Capai Rp1,7 Triliun

Hingga akhir tahun total pembiayaan Andalan Finance Indonesia ditargetkan mencapai Rp3,7 triliun atau meningkat 30% bila dibandingkan dengan tahun sebelum 2014. Rezkiana Nisaputra

Jakarta–PT Andalan Finance Indonesia mencatat, hingga Semester I 2015 pihaknya telah menyalurkan pembiayaan mobil sebesar Rp1,7 triliun. Angka ini lebih tinggi bila dibandingkan total pembiayaan tahun lalu di periode yang sama yakni Rp1,3 triliun.

Menurut Direktur Utama Andalan Finance Indonesia, Sebastianus H. Budi, pembiayaan mobil bekas masih mendominasi yakni sebesar 70% dari total pembiayaan yang sebesar Rp1,7 triliun, sedangkan sisanya 30% tersalurkan pada pembiayaan mobil baru. Dari portofolio penyaluran pembiayaan itu, 11% berupa kendaraan komersial dan 89% berupa kendaraan penumpang.

“Kita selalu jaga kualitas kredit yang disalurkan dengan menganalisa kredit yang mengedepankan prinsip kehati-hatian terhadap calon konsumen. Ini untuk mengetahui kelayakan konsumen dan menekankan pada perolehan profit margin atas pembiayaan yang disalurkan,” ujarnya di Jakarta, Rabu malam, 8 Juli 2015.

Dia menambahkan, total pembiayaan yang sebesar Rp1,7 triliun di Semester I 2015 tersebut lebih rendah bila dibandingkan dengan target perusahaan sebelumnya yang dipatok Rp1,9 triliun. “Sebetulnya kita mau mengerem, pada kuartal I tumbuhnya sudah 41%, itu terlalu cepat jadi kita menyesuaikan bunga pada kuartal II untuk meredam pertumbuhan,” tukasnya.

Sementara sampai dengan akhir tahun, lanjut Sebastianus, perusahaan menargetkan total pembiayaan hingga Rp3,7 triliun atau meningkat 30% bila dibandingkan dengan total pembiayaan tahun sebelumnya di periode yang sama. “Kita terus menjaga posisi margin kita, jadi sampai akhir tahun pembiayaan naiknya bisa 30% di setiap tahunnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, bahwa pihaknya memang telah mempreddisi adanya pelambatan sesuai kondisi perekonomian, namun demikian pihaknya tetap optimis terutama untuk pembiayaan Toyota. “Pertumbuhan Toyota naik terus, 2015 juni mendekati level 2014 lalu, untuk mobil bekas masih ekspansi pasar. Kita akan membuka outlet baru,” ucapnya.

Pertumbuhan pembiayaan Andalan Finance tersebut juga tidak terlepas dari adanya pendanaan atau fasilitas kredit yang diberikan dari pihak perbankan. Pihaknya juga baru menerima pendanaan dari beberapa bank dengan total Rp980 miliar. Dengan adanya pendanaan ini, maka total pendanaan yang diperoleh menjadi Rp2,6 triliun atau sudah 72% dari target hingga akhir tahun ini. (*)

@rezki_saputra

Paulus Yoga

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

9 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

14 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

15 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

15 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

15 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

15 hours ago