Jakarta–Pembentukan National Payment Gateway di lingkungan Himbara (Himpunan Bank Negara) bakal segera rampung. Proses perizinan PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN), yang nantinya bakal mengelola operasional transaksi ATM dan EDC Himbara ditargetkan keluar dalam waktu dekat ini.
Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan Gatot Trihargo mengungkapkan, pihaknya sudah mengajukan izin ke Bank Indonesia. “Mudah-mudahan bulan Februari mendatang sudah keluar izinnya,” katanya kala dijumpai di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Jika izin itu sudah keluar, dalam tahap awal JPN akan mengelola operasional transaksi di 10 ribu ATM Himbara dan 10 ribu EDC. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Sebagai catatan, hingga Desember 2016, bank yang tergabung dalam Himbara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah memiliki dan mengoperasikan ATM sekitar 59 ribu unit. Sedangkan untuk EDC jumlahnya mencapai 626 ribu unit mesin.
Melalui integrasi sistem itu akan menguntungkan lembaga perbankan yang ada di dalamnya. Pasalnya biaya yang awalnya harus ditanggung sendiri oleh bank per bank, kini dibagi secara merata ke masing-masing bank.
(Baca juga: Lewat NPG, Himbara Lebih Hemat Rp6,8 Triliun)
Konsolidasi ATM dan EDC itu diproyeksi bakal menghemat biaya Rp6,8 triliun per tahun. Sedangkan untuk nasabah, terjadinya integrasi sistem tersebut juga akan membantu. Nasabah bisa membayar tarif yang lebih murah dari biasanya. (*)
Editor: Paulus Yoga








