Sebagai catatan, hingga Desember 2016, bank yang tergabung dalam Himbara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah memiliki dan mengoperasikan ATM sekitar 59 ribu unit. Sedangkan untuk EDC jumlahnya mencapai 626 ribu unit mesin.
Melalui integrasi sistem itu akan menguntungkan lembaga perbankan yang ada di dalamnya. Pasalnya biaya yang awalnya harus ditanggung sendiri oleh bank per bank, kini dibagi secara merata ke masing-masing bank.
(Baca juga: Lewat NPG, Himbara Lebih Hemat Rp6,8 Triliun)
Konsolidasi ATM dan EDC itu diproyeksi bakal menghemat biaya Rp6,8 triliun per tahun. Sedangkan untuk nasabah, terjadinya integrasi sistem tersebut juga akan membantu. Nasabah bisa membayar tarif yang lebih murah dari biasanya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More