Snapshot

Peluncuran Logo HUT 48 Jamkrindo

 

Direktur Operasional dan Jaringan Perum Jamkrindo Kadar Wisnuwarman (kedua kanan) didampingi Direktur Bisnis Penjaminan Amin Mas’udi (kanan), Direktur Keuangan, Investasi dan Manajemen Risiko I. Rusdonobanu (dua kiri) dan Ketua Panitia HUT Ke-48 Perum Jamkrindo Mumamad Solihin (kiri) berbincang saat peluncuran logo HUT 48 tahun Perum Jamkrindo dan kompetisi Pelaku Usaha Rintisan (start up) di Jakarta, Senin 30 April 2018. HUT ke-48 Perum Jamkrindo pada 1 Juli 2018 diramaikan dengan kompetisi untuk para pelaku usaha rintisan (start up), untuk mensosialisasikan peran Jamkrindo kepada kalangan pelaku usaha rintisan, juga untuk menjaring usaha rintisan potensial yang akan diarahkan menjadi terjamin Jamkrindo dan menjadi UMKM binaan Perum Jamkrindo.(*)

Baca juga: Jamkrindo Optimis Penjaminan Kredit 2018 Capai Rp156 Triliun

erman subekti

Recent Posts

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

29 mins ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

38 mins ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

54 mins ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

1 hour ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

4 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

4 hours ago