Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A Djalil (tengah) meluncurkan layanan elektronik berupa hak tanggungan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto, Direktur Jenderal (Dirjen) Hubungan Hukum Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Suyus Windayana, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin), Virgo Eresta Jaya, Plt.Direktur Utama (Dirut) Bank Tabungan Negara (BTN) Oni Febriarto Rahardjo (ketiga dari kanan), Ketua Real Estate Indonesia (REI), Soelaeman Soemawinata, Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), Julius Purnawan di Jakarta, Rabu (4/9).
Produk layanan elektronik hak tanggungan ini turut menggandeng perbankan untuk mempermudah masyarakat yg memanfaatkan fasilitas KPR. Bank BTN menjadi pilot project dalam layanan ini dengan telah didaftarkannya hak tanggungan yang dimiliki oleh perseroan senilai Rp26 triliun. (*)
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More
Poin Penting BTN dukung penuh program gentengisasi Prabowo melalui penyaluran subsidi renovasi rumah untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menilai OTT pegawai pajak dan bea cukai sebagai terapi kejut agar… Read More