[Best_Wordpress_Gallery id=”129″ gal_title=”Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia 2015″]
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (ketujuh kiri), bersama Ketua OJK Muliaman D Hadad (keenam kiri), serta (kiri-kanan) Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Juda Agung, Mantan Gubernur BI Rahmat Saleh, Arifin Siregar dan Adrianus Mooy, Kepala LPS Fauzi Ichsan, Ketua Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, Pengamat Ekonomi Raden Pardede, Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara, Ketua APINDO Haryadi Sukamdani, Tony Prasetiantono, Chief Economist BRI Anggito Abimanyu, Chief Economist Citibank Helmi Arman, Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto dan Ronald Waas, saat peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) tahun 2015 di Jakarta, Kamis 28 April2016. Buku berjudul “Bersinergi Mengawal Stabilitas, Mewujudkan Reformasi Struktural”.(*)
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More