Poin Penting
- Penyaluran kredit UMKM baru mencapai 17,3 persen dari total kredit perbankan nasional.
- OJK menargetkan porsi kredit UMKM dapat meningkat hingga 25 persen.
- Integrasi SAPA UMKM dan pengalihan kredit konsumtif dinilai dapat mendorong pembiayaan produktif.
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total penyaluran kredit perbankan sepanjang 2025 mencapai Rp8.659 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1.499 triliun disalurkan untuk kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) atau setara 17,3 persen dari total kredit.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan angka tersebut menunjukkan peluang pembiayaan UMKM masih sangat besar. OJK menargetkan porsi kredit UMKM dapat meningkat hingga 25 persen.
Baca juga: OJK Perkuat Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah Lewat Ekspor, Ketahanan Pangan, dan Akses Pembiayaan UMKM
Menurut Dicky, peningkatan penyaluran kredit UMKM juga harus dibarengi penguatan manajemen risiko guna menjaga pelindungan konsumen.
Integrasi SAPA UMKM
Dicky mengatakan penguatan manajemen risiko dapat dikolaborasikan dengan Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (SAPA UMKM) milik Kementerian UMKM yang telah dilengkapi sistem payment gateway.
“Siapa yang berani masuk ke SAPA UMKM artinya sudah dikurasi, sudah di-manage oleh Pak Menteri Maman. Nah ini yang kemudian menjadi sebuah platform yang menurut saya harus kita konekkan dengan potensi dari industri keuangan,” ucap Dicky dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Baca juga: Menteri UMKM Akui Produk Lokal Sulit Bersaing akibat Derasnya Impor
Adapun, Dicky menilai peluang penyaluran kredit UMKM yang sangat besar juga dapat didorong melalui pengalihan kredit konsumtif menjadi kredit produktif.
“Nah ini mungkin nanti kita bantu, kita berusaha nanti meng-cleansing data mana yang betul-betul adalah kredit produktif UMKM yang kemudian menjadi objek atau target dari penyaluran pembiayaan di sektor keuangan. Ini yang tentunya menjadi challenge kita,” imbuhnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


