Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi tadi dibuka naik 7,22 poin atau 0,12 persen ke level 6.039,08 pada perdagangan Rabu, 22 November 2017. Sedangkan Indeks LQ45 naik 1,840 poin atau 0,18 persen ke level 1.010,50.
Indeks punya potensi menguat hari ini, seiring sentimen yang muncul di pasar saham. Kondisi tersebut mendorong aksi beli investor di berbagai sektor. Berdasarkan pantauan pasar, hingga pukul 10:50, posisi level 6.049,06 atau telah naik 17.20 poin.
Jika aksi beli saham terus berlanjut hingga sesi dua siang nanti, bukan tidak mungkin IHSG hari ini ditutup naik. Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, Bursa AS sendiri ditutup menguat semalam, setelah sektor teknologi mencatatkan rekor tertingginya.
Di sisi lain musim laporan emiten kuartal ketiga akan berakhir serta tidak ada data ekonomi yang ditunggu dalam waktu dekat. Aktivitas pasar diperkirakan melambat menjelang liburan Thanksgiving yang jatuh pada hari kamis.
Penguatan minyak mentah terjadi, seiring optimisme bahwa OPEC dan negara non-OPEC sepakat untuk memperpanjang pemangkasan produksinya lebih lama dari rencana awal. Sementara data industri AS menunjukkan penurunan cadangan minyak mentah.
Dari domestik, fokus investor tertuju pada rencana kebijakan insentif pembebasan denda kepada semua wajib pajak. Hal ini dinilai dapat memicu penyalahgunaan wewenang yang cukup tinggi.
“IHSG kami perkirakan bergerak flat hari ini merespon sentimen domestik dan Rupiah yang ditutup flat di Rp13.534, sementara EIDO melemah,” ujar tim riset Samuel Sekuritas Indonesia. (*)
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More