Pameran properti; Penjualan melambat. (Foto: Budi Urtadi).
Jakarta—Dunia digital berkembang semakin cepat dan mewarnai berbagai aktifitas bisnis, termasuk bisnis real estate. Laporan terbaru Buzzcity menyebutkan, sebesar 65% pengguna internet di Indonesia mengakses website melalui smartphone. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi perusahaan real estate yang sekarang memerlukan perubahan pada aplikasi untuk memfasilitasi perilaku konsumen yang berbeda.
Laporan ini juga membahas masalah investasi oleh orang asing. Berdasarkan laporan tersebut, Singapura adalah investor terbesar dengan angka mengejutkan yaitu US$1,23 milyar. Sementara di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Jepang dan Korea Selatan.
Dalam survey, saat ditanyakan mengenai siapa pembuat keputusan tentang real estate, sebanyak 58,9% menjawab biasanya ini adalah keputusan bersama. Golongan umur antara 25-34, mendominasi pencarian properti online, dengan lebih dari setengah populasi dibawah umur 35.
Pada bab perubahan aturan hukum, laporan ini memberitakan peraturan baru yang membolehkan warga asing yang tinggal di Indonesia untuk memiliki properti. Pemerintah pun diiingatkan untuk memonitor perubahan dengan cermat akibat berjalannya peraturan baru ini agar tidak menimbulkan Property Bubble.
Laporan ini juga memilih Bandung sebagai hotspot untuk berinvestasi sebab banyaknya pelajar datang kesini untuk menempuh pendidikan tinggi. Wahyu Ari Wibowo, Ketua Kantor Perwakilan Keuangan dan Ekonomi Statistik Bank Indonesia, mengatakan, meskipun kenaikan harga properti terjadi di Bandung, namun permintaan pemukiman tetap bertambah.
Dalam Laporannya, Lamudi memprediksi, pada 2016, masyarakat kelas menengah diharapkan bisa menstimulasi sektor ini. Data World Bank menunjukkan, kelas menengah sedang bertumbuh, dari nol persen pada 1999 sampai 6,5% pada 2011. Ini menunjukkan, peluang yang signifikan.
Keanggotaan Masyarakat Ekonomi Asean dikabarkan juga akan meningkatkan sektor real estate lokal pada 2016, yang disebabkan oleh perubahan aturan hukum terbaru tentang hukum kepemilikan properti orang asing. Lamudi menyebut, implementasi sejumlah inisiatif pemerintah seharusnya bisa mendorong pertumbuhan pasar yang lebih cepat di tahun mendatang.(*)
Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
View Comments
Terima kasih infonya jadi nambah wawasan nih tentang Peluang Bisnis Real Estate 2016. Siapa tahu bisa bermain di bisnis real estate.
Semoga selalu up date terus dan salam sukses.